nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Pencemaran Nama Baik, Trio Ikan Asin Diancam Pasal Berlapis

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 18:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 09 33 2139860 kasus-pencemaran-nama-baik-trio-ikan-asin-diancam-pasal-berlapis-TWFcm3SkVQ.jpeg Trio Ikan Asin (Foto: Adiyoga/Okezone)

JAKARTA - Sidang pembacaan dakwaan terhadap trio ikan asin yakni Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami baru saja digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). Dalam dakwaan primer, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa ketiganya dengan tiga pasal alternatif.

Pertama, trio ikan asin didakwa melanggar perbuatan asusila melalui media elektronik. “Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana yang terancam pidana dalam Pasal 51 ayat (2) jo Pasal 36 jo Pasal 27 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) UU ITE jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ujar JPU Donny M. Sany dalam sidang.

Baca juga: Pilih Syuting, Galih Ginanjar Maklumi Barbie Kumalasari Tak Hadir di Sidang

Trio Ikan Asin

Sementara itu, trio ikan asin juga didakwa pada dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik lewat media elektronik. Hal itu tercantum dalam dakwaan kedua yakni Pasal 51 ayat (2) jo Pasal 36 jo Pasal 27 ayat (3) UU ITE jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU ITE jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Dakwaan kita itu yang pertama, primer, yang kedua kita kaitkan degan konten penghinaan pencemaran dalam ITE YouTube. Primernya apakah itu menumbulkan kerugian bagi saksi Fairuz, saksi yang bisa menerangkan di persidangan. Kita lapis apabila tidak menimbulkan kerugian. Sama-sama ITE, menimbulkan konten pencemaran atau penghinaan,” jelas Donny usai sidang.

Baca juga: Duduk di Bioskop, Betrand Peto Tak Sengaja Sentuh Dada Sarwendah

Trio Ikan Asin

Sementara dalam dakwaan ketiga, JPU memasukkan Pasal 310 ayat (2) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP untuk dugaan pencemaran nama baik. Bedanya, dugaan pencemaran nama baik dalam dakwaan ini merupakan kategori tindak pidana biasa yang diatur dalam KUHP.

“Dakwaan ketiga kita pencemaran nama baik, KUHP, tindak pidana biasa. Tapi dakwaan pertama dan kedua kaitannya ITE,” kata Donny lagi.

Menanggapi dakwaan JPU, tim kuasa hukum ketiga tersangka berencana mengajukan nota keberatan atau eksepsi. Rencananya, sidang akan kembali digelar pada 6 Januari 2020.

Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami tersangkut perkara ujaran ikan asin usai ditetapkan sebagai tersangka pada 12 Juli 2019. Sebelumnya, mereka membuat konten YouTube yang menyinggung organ intim Fairuz A. Rafiq mengeluarkan bau seperti ikan asin.

Tak terima dengan aksi ketiganya, Fairuz A. Rafiq lantas melaporkan mereka ke Polda Metro Jaya pada 1 Juli 2019.

1
3
BERITA FOTO
+ 7

Celotehan Galih Ginanjar Soal Ikan Asin Akhirnya Dibawa ke Jalur Hukum

Fairuz datang ditemani suami dan tim kuasa hukum dari Hotman Paris Hutapea.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini