nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eka Kurniawan Tolak Anugerah Kebudayaan, Ini Alasannya

Rena Pangesti, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 13:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 10 33 2115180 eka-kurniawan-tolak-anugerah-kebudayaan-ini-alasannya-ukJZ1w89M1.jpg Eka Kurniawan (Foto: Facebook Eka Kurniawan)

JAKARTA – Novelis Eka Kurniawan menolak Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi 2019 di acara Pekan Kebudayaan Nasional, Kamis (10/10/2019). Eka memiliki alasan mengapa ia menolak penghargaan yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tersebut.

Eka Kurniawan menjelaskan, komitmen pemerintah untuk melindungi pekerja seni dan budaya dinilai lemah. Salah satu fokusnya adalah sastrawan Wiji Thukul. Di mana pria yang juga merupakan aktivis itu tidak ditemukan keberadaannya hingga saat ini sejak hilang tahun 1998.

Baca Juga:

5 Artis Terkaya yang Duduk di DPR Periode 2019-2024

4 Foto Hot Shandy Aulia, Umbar Keseksian hingga Jadi Kontroversi

Eka Kurniawan

“Negara tak punya komitmen melindungi hak mereka paling dasar: kehidupan. Presiden yang sekarang menjanjikan menyelesaikan kasus-kasus HAM masa lalu. Termasuk penghilangan salah satu penyair penting negeri ini. Realisasi? Nol besar,” tulis Eka di Facebook, 9 Oktober lalu.

Selain itu, digusurnya toko buku kecil dan isinya dirampas aparat menjadi bukti kelemahan pemerintah lainnya. “Bukannya memberikan perlindungan kepada perbukuan dan iklim intelektual secara luas, yang ada negara menjadi ancaman terbesar,” imbuh penulis Cantik dan Luka itu.

Eka menambahkan, “Penerbit kecil menjerit terhadap ketidakberdayaan menghadapi pembajakan buku.”

Pajak yang dibayar masyarakat dan seharusnya dijadikan pemerintah untuk melindungi rakyat justru hanya berbalik menyusahkan masyarakat. “Pajak yang diambil dari perbukuan, membuat buku terasa mahal bagi masyarakat. Sehingga memengaruhi daya beli mereka,” ujarnya.

Baca Juga:

Super Art Fest 2019, Seni Pop Kontemporer untuk Milenial

4 Foto Hot Shandy Aulia, Umbar Keseksian hingga Jadi Kontroversi

Alasan itulah yang kemudian membuat Eka Kurniawan menolak penghargaan tersebut. Meski di awal terbesit keinginannya untuk mengambil hadiah berupa pin dan uang senilai Rp50 juta.

“Saya tak ingin menerima anugerah tersebut, dan menjadi semacam anggukan kepala untuk kebijakan-kebijakan Negara yang sangat tidak mengapresiasi kerja-kerja kebudayaan,” kata Eka.

“Suara saya mungkin terdengar arogan, tapi percayalah, Negara ini telah bersikap jauh lebih arogan, dan cenderung meremehkan kerja-kerja kebudayaan,” imbuhnya.

Terakhir, EKa Kurniawan meminta maaf dan berterima kasih kepada siapapun yang telah merekomendasikannya sebagai penerima Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi 2019 itu.

Baca Juga:

Demi Kebhinekaan, Maman Suherman Aktif di Dunia Literasi

Lestarikan Musik Tradisional, Djaduk Ferianto Diganjar Anugerah Pustaka Nusantara 2019

1
3
BERITA FOTO
+ 5

Mengenal Seni dan Budaya Indonesia Sejak Dini

Siswa mewarnai wayang berbahan kayu di Museum Layang-Layang, Jakarta Selatan.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini