nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tunda Vonis Putusan, Hakim Minta Sandy Tumiwa Perbanyak Doa

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Kamis 03 Oktober 2019 23:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 03 33 2112645 tunda-vonis-putusan-hakim-minta-sandy-tumiwa-perbanyak-doa-sOp6psGJNY.jpg Sandy Tumiwa. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pesinetron Sandy Tumiwa menyikapi penundaan pembacaan vonis putusan kasus narkoba yang melilitnya dengan bijak. Sandy memilih untuk memperbanyak doa jelang sidang berikutnya.

"Ya, saya percaya segala sesuatu pasti ada yang terbaik. Yang penting, saat ini saya berdoa saja,” ujarnya saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2019).

 Sandy Tumiwa mengaku hanya bisa memperbanyak ibadah setelah sidang putusannya ditunda. (Foto: Okezone/Ady Prawira Riandi)

Rupanya, hal itu juga yang disampaikan hakim kepada Sandy Tumiwa. Mantan suami Tessa Kaunang itu mengaku, sempat mendapat nasihat dari hakim untuk memperbanyak ibadah hingga 2 minggu ke depan.

"Tadi juga Majelis Hakim mengingatkan saya untuk terus berdoa dan jangan lupa salat malam," tutur bapak dua anak itu.

Baca juga: Berkas Tak Lengkap, Sidang Putusan Sandy Tumiwa Ditunda 

Sementara saat disinggung mengenai harapannya menjelang vonis, Sandy Tumiwa tetap pada jawaban sebelumnya. Dia mengaku, ikhlas menerima apapun yang jadi keputusan pengadilan. “Apapun yang terjadi ya terjadilah.”

Ketimbang memikirkan vonis hakim, Sandy Tumiwa memilih fokus pada kesembuhannya agar bisa lepas dari ketergantungan narkoba. “Niat terbesar saya saat ini adalah sembuh,” pungkasnya.

 Sidang Sandy Tumiwa

Sandy Tumiwa terseret kasus narkoba usai diamankan polisi di salah satu hotel di kawasan Jakarta Selatan, pada 1 Maret 2019. Dari hasil penangkapan, polisi turut mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 0,23 gram.*

Baca juga: Lee Dong Gook dan 5 Anaknya Mundur dari The Return of Superman

1
2
BERITA FOTO
+ 7

Sidang Sandy Tumiwa

Terdakwa mantan suami Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa sebelum menjalani sidang dengan agenda pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/2/2016). Sandy didakwa kasus dugaan penipuan dengan kedok investasi, dimana sandy sebagai komisarisnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini