Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Dihargai di Tanah Sendiri, Pramoedya Ananta Toer Dihormati di Luar Negeri

Vania Ika Aldida , Jurnalis-Minggu, 11 Agustus 2019 |09:08 WIB
Tak Dihargai di Tanah Sendiri, Pramoedya Ananta Toer Dihormati di Luar Negeri
Pramoedya Ananta Toer (Foto: Ilustrasi Feri Usmawan/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sudah lebih dari 50 karya dari Pramoedya Ananta Toer yang diterjemahkan ke dalam lebih dari 42 bahasa asing. Atas karya-karyanya yang luar biasa, Pram tercatat enam kali dinominasikan di Nobel Sastra. Meski tak sekalipun ia berhasil membawa pulang pialanya.

Baca Juga: Kisah Cinta Pramoedya Ananta Toer, Kepincut Wanita Penjaga Stand

Ketidakberhasilan Pram dalam meraih Nobel Sastra, kabarnya lantaran pria yang wafat pada 30 April 2006 lalu ini bergabung dengan organisasi Lekra (Lembaga Kesenian Rakyat). Lekra merupakan organisasi yang berada di bawah naungan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pramoedya Ananta Toer

Belum bisanya pria kelahiran Blora tersebut meraih Nobel Sastra menimbulkan dugaan dari beberapa sumber. Selain diisukan bahwa penerjemahan karyanya ke bahasa asing buruk, muncul spekulasi yang mengatakan bahwa ada campur tangan tokoh pemerintahan Indonesia dalam penjurian penghargaan tersebut.

Alasan lain yang kabarnya membuat Pram tak mendapatkan satupun Nobel Sastra lantaran banyak sastrawan yang tidak senang dirinya bisa mendapatkan penghargaan.

Tematik Pramoedya Ananta Toer

Meski sempat dikucilkan dinegara sendiri, bahkan pernah dipenjara di pulau Buru dan dilarang keras untuk menulis, saat berada di luar negeri, sosok Pram bisa dikatakan cukup dihormati karena karya-karyanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement