Dari begitu banyak karya Pram yang dikenal di luar negeri, Tetralogi Pulau Buru bisa dikatakan sebagai primadonanya. Tetralogi yang terdiri dari Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca ini ditulis oleh Pram saat ia dipenjara selama 11 tahun di Pulau Buru.

Berlatar belakang perkembangan nasional Indonesia, kehidupan sang tokoh utama dalam novel, yakni Minke, diadaptasi dari pengalaman hidup seorang jurnalis pribumi Indonesia pertama, bernama R.M. Tirto Adi Soerjo. Awalnya, Pram mengisahkan secara lisan kepada tahanan, hingga ia berhasil mendapatkan sebuah mesin tik.
Sayangnya, usai ia bebas dari pulau Buru dan dinyatakan tak bersalah, Kejaksaan Agung melarang peredaran novel karangannya. Pihak Kejaksaan Agung menganggap karya Pram mengandung pesan Marxisme-Leninisme.
Baca Juga: Anak Sering Rewel Jelang Maghrib, Sarwendah Panggil Ustadz ke Rumah
Akan tetapi, ia tetap berhasil mengedarkan Tetralogi Pulau Buru di luar negeri, berkat bantuan seorang pastor dari Jerman dan seorang warganegara Australia, yang menyelamatkan karyanya sebelum dibakar oleh para oknum.
(LID)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri