JAKARTA – Ifan Seventeen kembali hadir menceritakan kronologi peristiwa yang telah dialaminya pada 22 Desember 2018 lalu. Vokalis Seventeen band ini menjadi salah seorang yang selamat dari peristiwa tsunami di Banten dan Lampung.
Sebelum akhirnya selamat, ternyata Ifan sempat merasa hampir menyerah, bahkan seolah itu adalah detik-detik terakhirnya di dunia. Terlebih dalam pembicaraannya bersama Dilang Girga, Ifan mengungkap dia hampir kehabisan napas selama berada di dalam air.

“Katanya sih mungkin semenit dua menit ada kali ya. Gua pun merasa udah di titik kelamaan enggak napas, dan mikirnya aduh mati, tapi sekali lagi berpikir untuk jangan panik, begitu selamat bahagia banget, bisa muncul ke permukaan tahu tsunami,” ungkap Ifan Seventeen, seperti yang Okezone kutip dari saluran YouTube Adiez Gilang, Kamis (17/1/2019).
Baca Juga: Tenangkan Diri, Ifan Seventeen Rajin Ikuti Pesantren Kilat dan Kajian
Meski telah merasa selamat karena bisa timbul ke permukaan dan mengetahui tsunami telah menerjang, nyatanya Ifan masih harus menerima gulungan ombak yang selanjutnya.
Dia kembali terbawa ombak sampai ke tengah laut, melihat orang-orang berusaha menyelamatkan diri, hingga dia mencoba menjangkau daun, tapi terlepas.
“Daratan menjauh dan titik tersedih tahu selamat ternyata di hadapkan, ‘Belum, lu belum selamat’, karena yang pertama sampai hampir kehabisan napas, air asin sudah mulai masuk, pasir semua, sampai lagi ke tengah laut ada 60an orang dengan semua kepanikan, siapa yang timbul dia yang ditarik, naluri manusia. Tapi gua termasuk orang yang diganduli oleh orang lain, macem-macem ada dijambak, tarik, dipeluk, cekek, kaki kena muka, karena kan orang panik bisa aja kepala di bawah kaki di atas nendang nendang, kena muka,” imbuhnya.