nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Istri Tergulung Tsunami, Ifan Seventeen Sempat Menyerah untuk Hidup

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 17 Januari 2019 21:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 17 33 2005987 tergulung-tsunami-ifan-seventeen-sempat-menyerah-untuk-hidup-8Z3WbXK67Z.jpg Ifan Seventeen dan mendiang istri. (Foto: Instagram)

JAKARTA Ifan Seventeen kembali hadir menceritakan kronologi peristiwa yang telah dialaminya pada 22 Desember 2018 lalu. Vokalis Seventeen band ini menjadi salah seorang yang selamat dari peristiwa tsunami di Banten dan Lampung.

Sebelum akhirnya selamat, ternyata Ifan sempat merasa hampir menyerah, bahkan seolah itu adalah detik-detik terakhirnya di dunia. Terlebih dalam pembicaraannya bersama Dilang Girga, Ifan mengungkap dia hampir kehabisan napas selama berada di dalam air.

 Ifan Seventeen mengungkapkan secara mendetail tentang kronologi kematian sang istri. (Foto: Instagram)

“Katanya sih mungkin semenit dua menit ada kali ya. Gua pun merasa udah di titik kelamaan enggak napas, dan mikirnya aduh mati, tapi sekali lagi berpikir untuk jangan panik, begitu selamat bahagia banget, bisa muncul ke permukaan tahu tsunami,” ungkap Ifan Seventeen, seperti yang Okezone kutip dari saluran YouTube Adiez Gilang, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga: Tenangkan Diri, Ifan Seventeen Rajin Ikuti Pesantren Kilat dan Kajian

Meski telah merasa selamat karena bisa timbul ke permukaan dan mengetahui tsunami telah menerjang, nyatanya Ifan masih harus menerima gulungan ombak yang selanjutnya.

Dia kembali terbawa ombak sampai ke tengah laut, melihat orang-orang berusaha menyelamatkan diri, hingga dia mencoba menjangkau daun, tapi terlepas.

“Daratan menjauh dan titik tersedih tahu selamat ternyata di hadapkan, ‘Belum, lu belum selamat’, karena yang pertama sampai hampir kehabisan napas, air asin sudah mulai masuk, pasir semua, sampai lagi ke tengah laut ada 60an orang dengan semua kepanikan, siapa yang timbul dia yang ditarik, naluri manusia. Tapi gua termasuk orang yang diganduli oleh orang lain, macem-macem ada dijambak, tarik, dipeluk, cekek, kaki kena muka, karena kan orang panik bisa aja kepala di bawah kaki di atas nendang nendang, kena muka,” imbuhnya.

“Pada situasi itu ‘Oke Ya Allah ni habis,’. Mungkin karena badan gua lebih besar dari yang lain bisa berontak, sampai ketemu meja makan berbentuk bulat yang sudah tersisa setengah, ada orang narik, ‘Mas jangan narik saya, tarik mejanya,’ tapi ternyata meja hanya mampu menopang satu orang, akhirnya masuk lagi,” sambungnya.

Saat tenggelam lagi Ifan sempat kehilangan harapan untuk hidup. Dia mulai merasa capai dan merasa sudah hampir ingin mati, karena sudah tidak ada lagi kekuatan.

Namun, saat berada di bawah air, Ifan sempat merasa sudah masanya tiba, maka dia pun hampir ingin mengucap dua kalimat syahadat. Meski demikian, Ifan masih berharap ada keajaiban yang terjadi padanya, hingga akhirnya ada sebuah kotak yang ujungnya tiba-tiba dipegang Ifan.

(SIS)

BERITA FOTO
+ 4

3 Hal yang Menyelamatkan Ifan Seventeen dalam Bencana Tsunami

Ifan Seventeen berfoto bersama dengan yang menolongya selama bencana tsunami.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini