“Pada situasi itu ‘Oke Ya Allah ni habis,’. Mungkin karena badan gua lebih besar dari yang lain bisa berontak, sampai ketemu meja makan berbentuk bulat yang sudah tersisa setengah, ada orang narik, ‘Mas jangan narik saya, tarik mejanya,’ tapi ternyata meja hanya mampu menopang satu orang, akhirnya masuk lagi,” sambungnya.
Saat tenggelam lagi Ifan sempat kehilangan harapan untuk hidup. Dia mulai merasa capai dan merasa sudah hampir ingin mati, karena sudah tidak ada lagi kekuatan.
Namun, saat berada di bawah air, Ifan sempat merasa sudah masanya tiba, maka dia pun hampir ingin mengucap dua kalimat syahadat. Meski demikian, Ifan masih berharap ada keajaiban yang terjadi padanya, hingga akhirnya ada sebuah kotak yang ujungnya tiba-tiba dipegang Ifan.
(SIS)