nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lewat Musik Metal, Kras Band Sentil Rivalitas The Jak Mania dan Viking

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Minggu 09 Desember 2018 15:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 09 205 1988841 lewat-musik-metal-kras-band-sentil-rivalitas-the-jak-mania-dan-viking-AH8d1LVygY.jpg Band Kras (Foto: Yoga/Okezone)

JAKARTA - Sentilan masih sering muncul di kalangan band indie. Salah satunya seperti yang disajikan unit metal asal Jakarta Selatan, Kras lewat album perdana mereka, Mad Maniac.

Dalam album yang dirilis sejak 31 Oktober 2018, band yang digawangi oleh Bobby Jahat (vokal, bass), Eben Andreas (gitar), Eq (drum), dan Brio (gitar), ini banyak mengangkat isu-isu sosial, akhir jaman dan lika-liku anak band.

Sebut saja 'Polutaniac City', yang mengangkat kisah tentang kondisi kota Jakarta yang semakin sumpek dan susahnya mencari ketenangan.

Atau 'Apokalips' dan 'Suci Sintetis' yang bercerita tentang semakin nyatanya tanda-tanda akhir zaman di mana orang salah tidak lagi merasa malu, sedangkan orang benar justru tersingkir.

Baca Juga: Judas Priest Konser, Ini Lagu Andalan Mereka

 

Tak cukup sampai disitu, Kras lewat 'Serangan Terakhir' juga menyentil rivalitas suporter di Indonesia.

Fanatisme semu para penggemar sepak bola di Indonesia tak jarang menjangkit ke berbagai aspek kehidupan, termasuk ke panggung musik metal. Padahal, musik adalah bahasa universal yang seharusnya bisa mempersatukan segala perbedaan.

"Sebagai harapan, thrash metal ini bisa menjadi gaung memperbaiki hubungan scene metal Bandung dengan Jakarta. Kita semua orang Indonesia, untuk apa terkotak-kotakan hanya karena fanatisme sepak bola,” kata Bobby, menjelaskan pesan dalam 'Serangan Terakhir', dimana Kras menggandeng vokalis band metal asal Bandung, Werewolf untuk berkolaborasi.

Dalam album ini, Kras juga memberikan penghormatan dan kepada pahlawan metal lokal yang telah membentuk karakter sekaligus selera bermusik mereka secara keseluruhan.

Melalui Metal Maniac, Bobby dan kolega menyampaikan apresiasinya pada para penggila distorsi tebal seperti Seringai, Burgerkill, Noxa, Siksakubur, Rajasinga, Komunal dan band-band lain.

"Dulu, sebelum ada Rotor (era awal 90-an), metalhead Indonesia selalu berkiblat kepada band-band metal luar. Memang wajar, karena musik ini bukan lahir di Indonesia. Tapi sekarang, kualitas band-band seperti Seringai, Burgerkill, Noxa, Siksakubur, Rajasinga sudah sejajar dengan band-band luar. Inilah para pahlawan kami yang membuat kami akhirnya gila seperti ini," ucap Eben.

(edh)

BERITA FOTO
+ 5

Melihat Aksi Panggung Aktor Ganteng Johnny Depp Bersama Hollywood Vampires

Aksi panggung aktor ganteng Johnny Depp bersama Hollywood Vampires pada Festival Music Hellfest di Clisson, Prancis, belum lama ini. (REUTERS/Stephane Mahe)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini