nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perdana Menteri Kanada Dituding Lakukan Pelecehan Seksual di Festival Musik

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 14:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 03 33 1917221 perdana-menteri-kanada-dituding-lakukan-pelecehan-seksual-di-festival-musik-7WQAL5VHhR.jpg Justin Trudeau (Foto: Reuters)

LOS ANGELES – Perdana Meteri Kanada, Justin Trudeau, dituding telah melakukan pelecehan seksual di sebuah festival musik pada tahun 2000 lalu. Justin kabarnya menggerayangi seorang reporter dalam festival musik yang digelar di Kanada tersebut.

Baca Juga: Reza Bukan Ditangkap, Uya Kuya Sebut Farid Aja Sulit Cari Kerja

Dilansir NME, Selasa (3/7/2018), Justin membantah tudingan itu. Justin menyebut ia hanya ingat bahwa pada hari itu ia sangat menikmati harinya selama berada di acara tersebut.

“Aku ingat hari di Creston itu dengan baik. Aku menjalani hari yang baik pada hari itu. Aku tidak ingat interaksi negatif sama sekali yang terjadi di hari itu,” bunyi dari pembelaannya.

Justin masih berusia 28 tahun pada saat itu dan masih bekerja sebagai seorang guru. Festival musiknya sendiri digelar untuk mengumpulkan uang demi mendukung kampanye keamanan longsor salju. Salah satu saudara Justin meninggal akibat longsor salju pada tahun 1998.

Justin Trudeau

Meski sudah terlupakan selama 18 tahun, tudingan tentang kasus pelecahan seksual ini kembali mendapat perhatian publik. Semua berawal setelah seorang blogger berkicau di Twitter masalah tersebut usai muncul dalam sebuah editorial koran lokal bernama Creston Valley Advance.

Tim editorial koran menyebutkan bahwa Justin sudah meminta maaf atas perilakunya yang membuat si korban merasa tak dihargai sama sekali dalam kejadian itu.

Berbicara pada Canadian Broadcasting Corporation, editor para saat itu, Brian Bell, mengatakan bahwa ia percaya dengan laporan reporter wanita yang dilecehkan oleh Justin.

Baca Juga: 12 Tahun Menikah, Ibnu Jamil dan Ade Maya Resmi Bercerai

“Saya yakin bahwa itu terjadi. Reporter ini memiliki karakter yang kuat dan menurut opini saya, ia sudah sangat profesional dalam cara memperlakukan dirinya sendiri. Dan tidak ada pertanyaan sama sekali dalam pikiran saya bahwa apa yang disinggung, tertulis dalam editorial itu, memang terjadi,” ujarnya.

(LID)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini