nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sutradara Mission: Impossible Ingin Angkat Kasus Pelecehan Harvey Weinstein di Film Horor

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Senin 04 Juni 2018 10:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 04 206 1906168 sutradara-mission-impossible-ingin-angkat-kasus-pelecehan-harvey-weinstein-di-film-horor-gQZETzncej.jpg Brian De Palma (Foto: Straitstime)

PARIS - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Harvey Weinstein terus berlanjut. Meski dia telah menyerahkan diri, namun kasus yang menerpa produser berusia 66 tahun tersebut masih terus berlanjut.

Dan ternyata, kasus ini menarik banyak perhatian banyak orang, salah satunya adakah Brian De Palma. Namun, ketertarikan yang dirasakan oleh Palma bukan sebuah hal yang biasa, melainkan ketertarikan dirinya untuk membuat film.

 

Dan, film yang ada di pikirannya bukan film biasa, melainkan sebuah film horor.

“Ini adalah film horor, dengan penyerang seksual. Dan kejadian tersebut terjadi di industri film,” ujar Palma seperti dikutip dari laman Strait Times, Senin (4/6/2018).

- Baca Juga: Salma Hayek Merasa Pengecut Tak Bongkar Kasus Harvwy Weinstein

Lebih lanjut dia mengatakan jika bahwa dirinya kini sudah mengikuti perkembangan kasus ini secara mendetil. Hal ini dikarenakan dia ingin menciptakan film yang sempurna.

“Saya telah mengikuti kasus ini secara mendetil. Saya tahi banyak orang yang terlibat (di kasus tersebut),” lanjutnya.

Produser dari film Mission : Impossible tersebut jika mengaku telah mengetahui beberapa detail lain. Salah satunya adalah fkata dimana Winstein menyalahgunakan casting sofa di sebuah casting film di Paris.

“Saya selalu bereaksi keras pada seseorang yang yang melakukan hal tersebut (pelecehan seksual). Dan kau akan mendengar cerita tentang orang-orang paling jahat,” terangnya.

Palma juga beberapa kali telah tampil di depan media, dengan memberikan keterangan terhadap perlakuannya kepada pemeran wanita di filmnya. Dia mengatakan bahwa semua adegan yang ada di dalam film yang dibuatnya hanya dilakukan sesuai porsi yang dibutuhkan dalam film.

 

“Saya terus mendapatkan pertanyaan tersebut setiap tahunnya dan saya akan terus memberikan jawaban yang sama. Saya dituduh menempatkan perempuan dalam bahaya, namun semua itu untuk ketegangan film. Tapi, saya tidak pernah melihat wanita dari sisi seksis,” ungkapnya.

Sekedar informasi, Palma merupakan salah satu pihak di industri film yang vokal dalam meminta kesetaraan bayaran. Hal ini dikarenakan di Hollywood, masih banyak terjadi kesenjangan gaji antara aktor dan aktris.

“Akan menarik untuk dilihat apakah pandangan mereka jauh berbeda dengan kami. Karena banyak film bisa dibilang lebih banyak ditonton oleh para pria,” katanya.

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini