"Dengan 1003 layar yang tersebar di 43 kabupaten dan kota, kami memastikan bahwa standar kualitas pelayanan dan kenyamanan yang diberikan akan selalu sama dan terjaga di seluruh lokasi bioskop kami,” kata Hans Gunadi.
Menonton film diyakini bagian dari gaya hidup. Maka dari itu, ketika menembus 1000 dinilai upaya yang patut diapresiasi karena bisa menambah pilihan masyarakat untuk menonton film.
“Kami yakin tontonan bioskop sudah menjadi lifestyle hiburan yang sehat dan ekonomis. Harga tiket kami sangat terjangkau dibanding harga tiket bioskop di luar negeri, malah hampir setengahnya. Kami percaya penonton harus mendapatkan fasilitas dan pelayanan terbaik dengan harga yang affordable’” lanjut Catherine Keng, Corporate Communication, Cinema 21.
Di industri Hollywood, Amerika Serikat memiliki kurang lebih 40 ribuan layar bioskop. Kemudian disusul China dengan yang juga mencapai akang 40 ribuan. Korea Selatan yang industri hiburannya meningkat, memiliki 4000-an layar bioskop dengan jumlah penduduk 51,25 juta jiwa.
(aln)