Mengingat Lagi 4 Musisi Legendaris Indonesia di Hari Musik Nasional

Lidya Hidayati, Jurnalis · Jum'at 09 Maret 2018 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 09 205 1870318 mengingat-lagi-4-musisi-legendaris-indonesia-di-hari-musik-nasional-kMdUuU34Vu.jpg Almarhum Chrisye semasa masih hidup (Foto: Twitter)

JAKARTA – Pada 9 Maret setiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Musik Nasional. Bicara tentang musik Tanah Air tak akan bisa lepas dari para musisi legendaris yang berperan besar membangun jalan bagi pemusik generasi berikutnya, termasuk zaman sekarang.

Ada banyak musisi legendaris Indonesia, baik laki-laki maupun wanita, baik yang sudah tiada maupun masih hidup dan tetap berkarya hingga sekarang. Dalam artikel kali ini, kita hanya akan fokus pada musisi legendaris yang telah meninggal dunia.

Tak terhitung kiranya musisi legendaris yang berjasa di industri musik Indonesia hingga saat ini. Meskipun mereka sudah tiada atau grupnya telah bubar, tapi nama mereka tetap dikenang dan karyanya tetap dinikmati. Empat musisi legendaris itu di antaranya adalah:

1. Benyamin S.

Mungkin, Benyamin Sueb adalah musisi terbaik serba bisa yang pernah dimiliki Betawi. Benyamin tak hanya dikenal bisa bernyanyi, tapi dia juga adalah pelawak, aktor, dan sutradara handal di masanya. Selama berkarier, Benyamin sudah menelurkan lebih dari 75 album dan 53 film.

Pada masanya, Benyamin sangat populer dengan rekan duetnya, Ida Royani. Benyamin juga pernah membentuk Orkes Gambang Kromong. Musik Gambang Kromong melesat di masa Orde Baru. Lagu-lagunya seperti Ondel-Ondel hingga Kompor Mleduk digemari oleh masyarakat, tak hanya orang Betawi, tapi seluruh Indonesia.

Tak hanya musiknya yang legendaris, kemunculan di layar kaca dan layar lebar juga begitu legendaris. Benyamin pernah bermain di film atau sinetron populer seperti Biang Kerok dan Si Doel Anak Betawi.

2. Koes Plus

Tak terlalu berlebihan kiranya jika menyebut jika Koes Plus adalah salah satu band legendaris Indonesia. Selama beberapa dekade, band yang dibentuk oleh Koeswoyo bersaudara ini menciptakan lagu-lagu terbaik yang begitu dicintai penikmat musik Indonesia. Mereka bahkan dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock n’ roll di Indonesia.

Sebagai grup musik yang sangat berpengaruh pada masanya, Koes Plus tak hanya menikmati indahnya popularitas, namun juga pahitnya hidup di jeruji besi. Pada masa Orde Lama, Koes Plus yang masih bernama Koes Bersaudara dimasukkan ke penjara karena kerap menyanyikan lagu-lagu Barat yang pada masa itu ditentang oleh Presiden Soekarno. Tapi, kehidupan di bui tak bertahan lama. Karena pada 29 September 1965 mereka dibebaskan.

3. Chrisye

Christian Rahadi atau Chrisye adalah salah satu musisi terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Suaranya dalam bernyanyi, musikalitasnya, dan kepandaiannya dalam menciptakan lagu masih menjadi salah satu yang terbaik di industri musik Tanah Air.

Chrisye memulai kariernya sebagai pemain bas di grup band Gipsy. Tetapi setelah merilis lagu Lilin-Lilin Kecil, bakat Chrisye sebagai solois mulai tercium label musik. Selama 25 tahun berkarier, suami Damayanti Noer ini menelurkan 18 album solo yang hingga kini lagu-lagunya masih sering diaransemen oleh musisi zaman now.

Berbagai penghargaan sudah didapat oleh Chrisye. Majalah Rolling Stone Indonesia mencatat Chrisye sebagai musisi Indonesia terbaik ketiga sepanjang masa. Dia menerima dua Lifetime Achievement Award di dua acara berbeda. Tak sedikit albumnya yang sudah mendapat sertifikasi perak. Selain dalam bentu penghargaan, Chrisye juga dikenang dengan dibuatnya film biopik dirinya yang diproduksi oleh MNC Pictures.

4. Gombloh

Lahir di Jombang, Jawa Timur pada 14 Juli 1948, Gombloh meninggal di usia yang masih relatif muda, yakni 39 tahun pada 9 Januari 1988. Pemilik nama asli Soedjarwoto Soemarsono ini awalnya membangun karier bermusiknya sebagai personel Lemon Tree’s Anno 69.

Baik saat bersolo karier ataupun bersama grupnya, Gombloh dikenal dengan musiknya yang idealis. Lulusan SMA 5 Surabaya itu kerap membuat lagu yang menggambarkan kehidupan rakyat kecil, kerusakan alam, hingga nasionalisme. Lagunya yang tak akan pernah mati dan tak tertandingi tentunya adalah Kebyar Kebyar.

Dalam rangka mengenang dan penghormatan untuk Gombloh, perkumpulan seniman Surabaya membuat patung dirinya dari perunggu seberat 200 kg yang ditempatkan di Taman Hiburan Rakyat pada 1996. Sementara pada peringatan Hari Musik Nasional 2005 silam, Gombloh termasuk dalam daftar musisi yang mendapat penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia secara anumerta dari PAPPRI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini