nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tantowi Yahya Temukan "Kunci" Tuntaskan soal Hak Cipta di Indonesia

Edi Hidayat, Jurnalis · Minggu 25 Februari 2018 22:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 25 33 1864367 tantowi-yahya-temukan-kunci-tuntaskan-soal-hak-cipta-di-indonesia-AynMV6ura8.jpg Tantowi Yahya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kesejahteraan musisi dan pencipta lagu Tanah Air kini mulai menunjukan kemajuan. Hal ini disebabkan dengan adanya Undang-Undang No 28/2014 tentang Hak Cipta.

Musisi dan juga mantan Ketua Umum PAPPRI, Tantowi Yahya menilai undang-undang tersebut bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan para pencipta lagu di Indonesia.

"Kalau semua tunduk dan patuh pada Undang-undang, semua akan berjalan baik. Namun jika tidak menjalankan seperti apa yang diamanatkan Undang-undang, pasti akan berantakan. Jadi itu salah satu kunci dari penyelesaian masalah ini," jelas Tantowi dalam acara diskusi di kawasan Jakarta Barat, baru-baru ini.

Baca Juga: Tantowi Yahya Kenang Ireng dan Kiboud Maulana

Lebih lanjut Tantowi menjelaskan lahirnya Undang-Undang Hak Cipta, membuat persoalan royalti dapat dikoordinasikan lewat Lembaga Manajeman Kolektif (LMK), di mana fungsi utama dari lembaga tersebut adalah menjadi penghubung antara pencipta dengan para pihak yang menggunakan ciptaan, yang sejalan dengan tugas dan fungsi nya sebagai pengelola hak ekonomi dari pencipta.

Baca Juga: Tantowi Yahya Terkesima Lihat Batu Nisan Rinto Harahap

Semantara itu, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto yang membuka acara diskusi yang bertajuk "Eksistensi LMK dan LMKN Dalam Industri Musik Indonesia" tersebut, mengatakan jika tujuan dari UU itu adalah untuk memberikan perlindungan kepada hak-hak mereka yang telah menghasilkan karya yang berasal dari pengungkapan ekspresi.

"Maka hak cipta sendiri merupakan kekayaan intelektual di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang mempunyai peranan strategis dalam mendukung pembangunan bangsa dan memajukan kesejahteraan. Hak-hak yang utama untuk diberikan perlindungan adalah hak ekonomi, dimana nantinya Pencipta bisa memperoleh hasilnya dalam bentuk royalti," ujarnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini