Image

MOVIE REVIEW: Black Panther dan Kebangkitan Kerajaan Wakanda

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 02:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 13 206 1858660 movie-review-black-panther-dan-kebangkitan-kerajaan-wakanda-O44QnJROvu.jpg Black Panther (Foto: Ady/Okezone)

JAKARTA – Setelah cukup lama dinantikan, Marvel akhirnya resmi merilis film superhero terbarunya Black Panther. Jagoan dari Wakanda ini pertama kali diperkenalkan oleh Marvel Studios melalui film Captain America: Civil War pada tahun 2016 lalu.

- Baca Juga: Tampil Beda, Yuki Kato Tak Sabar Nonton Black Panther

Black Panther membawa sebuah cerita baru yang belum pernah dieksplorasi oleh Marvel sepanjang 10 tahun penayangan Marvel Cinematic Universe. Sebuah daerah di Afrika bernama Wakanda menjadi latar utama dari film yang dibintangi oleh Chadwick Boseman tersebut.

Wakanda terlahir sebagai sebuah daerah yang memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Mereka memiliki Vibranium, sejenis metal terkuat di Bumi yang akan sangat berbahaya jika jatuh ke tangan tidak bertanggung jawab. Bahan ini pula yang menjadi bahan dasar dari perisai Captain America dan kostum Black Panther.

Wakanda pun mampu mengolah Vibranium dengan baik sehingga mereka menjadi daerah dengan teknologi termaju di dunia. Namun Wakanda tak pernah memunculkan dirinya dan hanya mengawasi dunia dari bayang-bayang.

Black Panther juga menjadi film Marvel pertama yang mengangkat budaya Afrika-Amerika. Film ini banyak diisi pemainnya oleh pemain-pemain kulit hitam seperti Michael B Jordan, Lupita Nyong’o, Danai Gurira, Daniel Kaluuya, Letitia Wright, Winston Duke, dan Sterling Brown.

Black Panther pun menjadi film Marvel pertama yang menggunakan tokoh perempuan terbanyak.

Singkat cerita, T’Challa yang diperankan oleh Boseman harus kembali pulang ke Wakanda setelah kematian sang ayah, T’Chakka (John Kani).

Sebagai anak seorang Raja, T’Challa pun berhak mewarisi tahta sang ayah dan menjadi raja baru di tanah Wakanda. Namun T’Challa langsung dihadapkan dengan berbagai masalah pelik yang menguji kecintaannya terhadap Wakanda.

Michael B Jordan tampil sebagai penjahat utama bernama Erik Killmonger. Ia juga dipertemukan dengan salah satu musuh Avengers dari film Age of Ultron, Ulysses Kalue (Andy Serkis).

Keduanya tampil memukau dengan mengancam tahta Wakanda yang baru saja diduduki oleh T’Challa.

Design production dari film ini terbilang sangat menarik dan jauh meninggalkan film-film MCU lainnya. Penggambaran Wakanda sebagai sebuah daerah berteknologi canggih pun dipastikan bisa membuat mata penonton terkagum-kagum.

Ryan Coogler selaku sutradara, menyelaraskan kemajuan teknologi Wakanda dengan pemandangan alam indah khas dari Afrika. Secara visual, Black Panther bisa dikatakan sebagai film yang mampu memuaskan hasrat para penggemar Marvel di seluruh dunia.

Sayangnya, film ini memiliki kelemahan dari segi cerita. Kisah kebangkitan Wakanda dan konflik yang dihadirkan terasa kurang memuaskan. Belum lagi dari masalah scoring yang kurang pas dalam berbagai adegan.

Soundtrack yang digarap oleh Kendrick Lamar pun tidak begitu banyak menghiasi film ini. Padahal ada begitu banyak lagu baru yang diciptakan khusus untuk mengiringi jalannya film ini.

Secara keseluruhan, Okezone memberikan nilai 6,5 untuk film Black Panther. Film ini sebenarnya banyak diprediksi memiliki peranan kuat sebelum Marvel memasuki pertempuran besar mereka selanjutnya, Avengers: Infinity War.

Akan tetapi pada kenyataannya, Black Panther tak ubahnya hanya sebagai film yang memperkenalkan Wakanda dan pasukan hebat yang melindunginya sebelum kedatangan Thanos.

- Baca Juga: Tak Suka Film Superhero, Ify Eks Blink Mengecualikan Black Panther

Ya, dalam trailer terbaru Infinity War sudah terlihat jelas bahwa peperangan para Avengers dan pasukan Thanos akan terjadi di Wakanda.

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini