“Banyak orang tidak tahu bahwa ada kerajaan Afrika yang fantastis dan menakjubkan – Mansa Musa (kaisar dari Kerajaan Mali Afrika Barat) dan beberapa orang terkaya di dunia jika dibandingkan dengan kekayaan orang saat ini. gagasan itu sangat menarik. Dan aku sangat suka ide tentang kemajuan teknologi. Kupikir pemikiran itu sangat visioner,” lanjutnya.
Selain itu, Snipes juga mengungkapkan bahwa sutradara Boyz N The Hood, John Singleton, tadinya akan menjadi sutradara Black Panther saat itu. Banyak terjadi perbincangan mengenai bagaimana akan menampilkan tokoh Black Panther di tahun 1992, namun Snipes sendiri memiliki visi untuk menampilkan karakternya dengan telinga kucing dan leotard.
“Saya berbaring dan membayangkan dirinya (Black Panther) seperti karakter yang kalian lihat saat ini. Seluruh dunia Afrika menjadi masyarakat tersembunyi, memiliki teknologi yang sangat maju, dilengkapi dengan jubah yang terbuat dari Vibranium,” kata Snipes.
Sayangnya, Black Panther tidak jadi dibuat film pada saat itu karena mereka tidak menemukan kombinasi naskah skenario yang cocok dan sutradara yang pas. Teknologi tinggi, seperti yang ada di dalam cerita komiknya, juga menjadi kendala besar karena Snipes dkk belum bisa menggambarkannya untuk disajikan ke penonton di layar lebar.
(aln)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri