HARI MERDEKA: Anang Hermansyah Ingatkan soal Masih Banyak Pelanggaran Hak Musisi

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Kamis 17 Agustus 2017 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 17 205 1757723 hari-merdeka-anang-hermansyah-ingatkan-soal-masih-banyak-pelanggaran-hak-musisi-gZVu7ic3VY.jpg Anang Hermansyah. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Anang Hermansyah memberikan sedikit pernyataan terkait perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. Kali ini, Anang mengingatkan kepada semua stakeholder dalam maraknya pelanggaran hak musisi di hari kemerdekaan.

Dalam pernyataannya, Anang menyoroti sektor ekonomi kreatif yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan. Bagi Anang, hal tersebut cukup mengecewakan mengingat sektor ekonomi kreatif digadang-gadang menjadi salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo.

BACA JUGA: Keren, Aurelie Moeremans Kibarkan Bendera Merah Putih di Dalam Air

"Tiga tahun pemerintahan Presiden Jokowi,  ada ikhtiar kuat untuk memajukan sektor ekonomi kreatif. Tapi sayangnya terkendala oleh birokrasi di bawahnya. Maka dapat saya katakan, sektor ekonomi kreatif belum sepenuhnya merdeka," kata Anang.

Sebagai contoh tersendatnya ekonomi kreatif, Anang merujuk pada sektor musik di Indonesia yang hingga saat ini masih berkutat di persoalan pelanggaran hak cipta. Pembajakan hingga implementasi UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, menurutnya, masih menjadi kendala utama di lapangan.

"Bagaimana kita bicara soal kemerdekaan bagi pelaku industri musik, bila pembajakan masih mudah dijumpai, sistem pembayaran royalti masih bermasalah, termasuk instrumen Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang nyatanya hampir tiga tahun berjalan belum efektif di lapangan," katanya.

BACA JUGA: VIDEO: Rayakan Kemerdekaan, 3 Jolay Buat Episode Panjat Pinang

Sejatinya, LMK dibentuk guna mengatasi masalah pembagian royalti bagi para musisi yang selama ini dianggap belum merata. Oleh karena itu, Anang berharap agar lembaga itu dapat berbenah dan menunjukkan kinerja dalam hal pembagian royalti sebagaimana tujuan awal lembaga ini didirikan.

Selain itu, Anang juga mengimbau pada lembaga pemerintah yang lain agar turut berperan aktif dalam mendukung langkah Presiden untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif.

(FHM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini