Share

Ciamik, Maliq & D'Essentials Perkaya Referensi dengan Menambahkan Lagu Nuansa Arab

Dewanto Kironoputro, Okezone · Minggu 30 Juli 2017 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 30 205 1746656 ciamik-maliq-d-essentials-perkaya-referensi-dengan-menambahkan-lagu-nuansa-arab-K21geZR20W.jpg Maliq & D'Essentials (Foto: Instagram)

JAKARTA - Maliq & D’Essentials ingin memperkaya musik ciptaan mereka dengan mengadopsi unsur-unsur dari genre musik lain setiap membuat karya baru. Melalui vokalis mereka, Angga Puradireja, band yang terkenal dengan genre jazz-nya tersebut rupanya memang menganggap hal itu sebagai kebiasaan tiap kali berkarya.

(Baca Juga: D'Essentials of Groove Lempar Gitar ke Penonton Konser)

(Baca Juga: Kolaborasi Maliq & D'Essentials dan The Groove Siap Digelar)

Kebiasaan itu juga tertuang dalam album terbaru yang tengah mereka garap. Menurut Angga, ada nuansa Arab yang sengaja dimasukkan ke lagu-lagu baru tersebut. Hal ini sesuai dengan keinginan Maliq & D’Essentials yang memang memperluas referensi musik mereka.

(Baca Juga: Manggung Bareng The Groove, Maliq & D'Essentials: Let's Collaborate!)

”Ada Arabic-Arabic gitu, ada. (Karena) referensinya ya. Kalau orang yang denger album Maliq (ke-)1, 2, sampai 3 itu akan jelas banget perubahannya, di mana referensinya dulu lebih ke black music, RnB, jazzy, sekarang referensinya lebih luas lagi. Jadi enggak tersegmen sama itu,” papar Angga ketika ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (30/7/2017).

(Baca Juga: Maliq & D'Essentials Siapkan "Amunisi" Baru)

Angga sendiri tidak mempermasalahkan perubahan itu, karena ingin menyasar kalangan masyarakat yang berbeda. Ia juga menilai berubahnya nuansa lagu bukan berarti kekhasan atau kualitas musik ciptaan Maliq & D’Essentials jadi ikut berubah. Justru, perubahan nuansa musik itu sudah dipahami penikmat musik mereka.

”Khasnya Maliq, tiap album itu ada sesuatu yang nyeleneh. Ini bentuk ke-nyeleneh-an kita, masukin Arabic ini. Jadi mungkin banyak orang yang lebih suka album lama, lebih suka album baru, tergantung generasinya aja,” ucap Angga.

Oleh karena itu, perubahan nuansa musik yang disuguhkan Maliq & D’Essentials bisa dipastikan akan terjadi. Hal itu pun tidak jadi masalah bagi band asal Jakarta tersebut. Justru, nuansa itu seharusnya jadi karya terbaik bagi Maliq & D’Essentials saat diciptakan, karena sesuai perasaan mereka. Justru, Angga menilai akan sulit bagi Maliq & D’Essentials untuk membuat karya yang nuansanya sama dengan karya-karya mereka sebelumnya.

“Kalau kita dibilang disuruh buat lagu kayak album pertama mungkin belum tentu mirip ya, walaupun kita mirip-miripin. Karena kitanya juga berubah. Jadi emang kita berkreasi dengan apa yang kita rasain sekarang aja. (Tapi,) Kita pengen serius dalam membuat album. Jadi bukan cuma hit single-nya aja, tapi value buat pendengar gitu,” tutup Angga.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini