Di tengah kehancuran hidupnya, Arumi harus berhadapan dengan Elio, pria yang mendekati dan menikahinya bukan karena cinta, melainkan demi membalaskan dendam atas kematian istri dan calon anaknya. Namun, seiring berjalannya waktu, tembok kebencian Elio perlahan runtuh saat melihat ketulusan dan kebaikan hati Arumi yang tak pernah pudar. Benci pun berubah menjadi cinta sejati.
Disutradarai oleh Gita Asmara (Terbelenggu Rindu) yang dikenal dengan sutradara bertangan dingin dan ditulis oleh Rebecca M Bath, sinetron ini memasangkan aktor kawakan Chicco Jerikho (41) dan aktris muda berbakat Marsha Aruan (29) sebagai pemeran utama. Pertemuan keduanya menjanjikan chemistry kuat dalam menyajikan dinamika hubungan cinta beda usia yang sarat akan problematika dalam sinetron tersebut.
Chicco Jerikho mengungkapkan, sebagai pemeran utama dirinya mempunyai tugas penting untuk menjadi nadi dalam sinetron ini. Namun di satu sisi dia juga merasa sebagai pelengkap dari lawan mainnya hingga chemistry antara keduanya bisa didapat dan dirasakan oleh para penonton.
"Karakter dokter ini adalah pengalaman pertama bagi saya. Selain riset, kami beruntung karena set syuting dilakukan di rumah sakit sungguhan, sehingga saya bisa langsung berkonsultasi dengan dokter asli di lokasi untuk memastikan setiap detail adegan akurat. Meskipun dinamika di lapangan cukup menantang, seperti skenario terkadang baru kami terima malam hari untuk syuting esok pagi, proses transformasi menjadi karakter ini langsung terasa kuat begitu saya mengenakan baju dokter," ujar Chicco Jerikho.
Sementara itu, Marsha Aruan yang berperan sebagai Arumi menuturkan bahwa karakter Arumi memberikan pelajaran untuk dirinya. Dia mengagumi bagaimana cara Arumi tetap tegar melangkah di tengah banyaknya kesedihan dan derita hidup yang dirasakan.