JAKARTA – MNC Pictures merilis sinetron terbarunya, 99 Nama Cinta, untuk menemani momen Ramadhan pemirsa RCTI. Sinetron arahan Deni Pusung tersebut diadaptasi dari film berjudul serupa yang tayang pada 2019.
Sinetron yang dibintangi Dimas Anggara, Yuriska Patricia, Isel Fricella, Carlo Milk, Maura Gabrielle, Laura Abbas Jackson, Elgi Purnama, Ayya Renita, Andhara Early, Lilis Suganda, dan Rahman Yacob itu mulai tayang perdana, pada 19 Februari 2026.
Bagi Deni, penggarapan sinetron itu terasa spesial karena digarap di momen Ramadhan. “Jadi, proyek ini ibadah untuk kami semua. Saya juga senang karena bisa bekerja sama dengan aktor-aktor hebat,” katanya.
Hesti Yudiarti, Eksekutif Produser MNC Pictures secara khusus berterima kasih atas kerja keras kru dan para aktor dalam menggarap 99 Nama Cinta. “Terima kasih untuk sikap profesional semuanya walau mungkin kondisinya tidak ideal,” ungkapnya.
Dimas Anggara, pemeran Kiblat dalam sinetron itu mengaku, sangat senang atas dukungan yang diberikan MNC Pictures selama proses produksi. Ia berharap, sinetron tersebut bisa diterima dengan baik oleh masyarakat luas.
“Alhamdulillah seru ya. Saya enggak menyangka kalau misalkan ternyata akan heboh dan seramai ini. Saya senang dan bangga bisa terlibat dalam produksi 99 Nama Cinta,” tutur Dimas.
Sinetron 99 Nama Cinta berkisah tentang perjalanan cinta dan pengabdian dua orang dengan latar belakang berbeda. Dimas Anggara berperan sebagai tokoh Kiblat, seorang putra kiai yang baru saja menyelesaikan studinya di Kairo.
Ia kembali ke Tanah Air dengan tanggung jawab besar untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan pesantren milik ayahnya. Sementara itu, Yuriska Patricia berperan sebagai Talita, seorang presenter sekaligus produser televisi.
Sosok Talita digambarkan sebagai wanita yang gigih, tegas, dan berambisi menjadi entertainer sukses, namun memiliki luka masa lalu yang membuatnya trauma dalam urusan asmara.
Tantangan dalam memerankan sosok Kiblat tentu ada. Dimas Anggara mengaku, menghidupkan karakter Kiblat memberikan tantangan tersendiri padanya. Dia harus ekstra hati-hati dalam melafalkan istilah-istilah agama dan hukum Islam agar tidak terjadi kesalahan makna.