JAKARTA – Agoye Mahendra mengatakan, sinetron AIRA tak hanya menyajikan drama emosional, namun juga mengangkat isu yang relevan dengan realitas sosial saat ini.
Salah satunya, soal kekerasan seksual terhadap perempuan. Dalam sinetron produksi MNC Pictures tersebut, Agoye berperan sebagai Edwin, salah satu karakter kunci dalam perjalanan hidup Aira.
Menurut Agoye, AIRA menyoroti bagaimana korban kekerasan seksual kerap menghadapi tekanan berlapis setelah peristiwa traumatis yang mereka alami.
Bukan hanya luka personal, namun mereka harus menghadapi stigma buruk, hujatan, hingga pertanyaan menyudutkan dari lingkungan sekitar.
“Sinetron ini tak hanya tentang kejadian tak mengenakkan itu saja, tapi bagaimana si korban ini menghadapi hidup setelahnya,” ujar Agoye.
Realitas inilah yang coba diangkat lewat sinetron AIRA. Kisahnya tentang seorang perempuan muda korban kekerasan seksual bernama Aira.
Setelah kejadian itu, dia berusaha bertahan di tengah tekanan psikologis dan sosial yang berat. “Biasanya yang dilihat orang justru ‘kenapa bisa jadi korban’, bukan bagaimana membantu korban itu sendiri,” imbuhnya.
Agoye Mahendra menambahkan, AIRA menggambarkan pergulatan batin seorang perempuan yang menghadapi pilihan sulit antara bertahan atau menyerah pada kenyataan.
Konflik dalam sinetron ini dikemas secara emosional agar penonton dapat memahami sudut pandang korban secara lebih manusiawi.
Agoye Mahendra berharap, sinetron AIRA tidak hanya menjadi hiburan, namun juga membuka ruang empati dan kesadaran penonton terhadap isu kekerasan seksual.
Jangan lewatkan sinetron AIRA hanya di RCTI, setiap hari pukul 17.00 WIB. Agar menonton lebih nyaman, pastikan Anda sudah melakukan scan ulang siaran digital RCTI di Channel 28.
Anda juga bisa menonton sinetron ini secara streaming lewat aplikasi RCTI+ yang bisa diunduh gratis lewat App Store dan Play Store.*
(SIS)