JAKARTA - Vision+ merupakan satu dari 8 Over The Top (OTT) yang menjadi founder dari Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI). Sebagai Managing Director Vision+, Clarissa Tanoesoedibjo pun mengungkapkan, awal mula Vision+ bisa bergabung AVISI.
"Jadi awal mulanya ada diskusi dengan pemain OTT, karena kita diharapkan dengan problem nomor satu adalah pembajakan," ujarnya saat ditemui usai Press Conference Launching AVISI di Visinema Pictures, Jakarta Selatan, Selasa (04/04/2023).
"Di sana kita memang sudah membentuk satu ambisi, dan semangat dari para pemain lain di industri sudah tergabung. Dan kami secara resmi sudah dinotariskan pada 23 Maret 2023," sambungnya.
Clarissa sendiri mengatakan bahwa Vision+ merupakan sebuah perusahaan OTT yang kerap menghadirkan konten-konten bervariasi dan juga berkualitas. Hal itu adalah objektif dari pihaknya sebagai perusahaan yang membuat berbagai macam konten di platform digital tersebut.
Menurut Clarissa kontribusi Vision+ dengan AVISI memiliki ambisi-ambisi untuk menuntaskan hal-hal yang bisa menghambat kemajuan industri perfilman. Khususnya yang tayang di OTT.
"Kontribusi kami terhadap AVISI, sebagai salah satu pendiri kami juga punya ambisi mengatasi hal-hak yang menjadi penghambat kemajuan industri perfilman," terangnya.
Sementara itu, AVISI sendiri dibentuk pada 23 Maret 2023 dalam rangka membangun ekosistem industri kreatif-digital yang ramah terhadap model bisnis video streaming. AVISI juga memiliki tujuan untuk menjadi wadah kerja sama bagi para pelaku industri di Indonesia.
AVISI sendiri didirikan dengan berlandaskan pada visi, untuk menjadi "'mitra yang kredibel" bagi penyelenggara video streaming, industri kreatif, hingga pemerintah. Guna mencapai kedua visinya, yakni wadah kerjasama dan mitra bagi industri dan pemerintah, AVISI juga memiliki misi untuk memajukan industri yang dapat mempromosikan pembangunan ekonomi digital di Indonesia, serta mendukung iklim industri kreatif yang sehat serta produktif.
(van)