JAKARTA – Novelis Eka Kurniawan menolak Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi 2019 di acara Pekan Kebudayaan Nasional, Kamis (10/10/2019). Eka memiliki alasan mengapa ia menolak penghargaan yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tersebut.
Eka Kurniawan menjelaskan, komitmen pemerintah untuk melindungi pekerja seni dan budaya dinilai lemah. Salah satu fokusnya adalah sastrawan Wiji Thukul. Di mana pria yang juga merupakan aktivis itu tidak ditemukan keberadaannya hingga saat ini sejak hilang tahun 1998.
Baca Juga:
5 Artis Terkaya yang Duduk di DPR Periode 2019-2024
4 Foto Hot Shandy Aulia, Umbar Keseksian hingga Jadi Kontroversi
“Negara tak punya komitmen melindungi hak mereka paling dasar: kehidupan. Presiden yang sekarang menjanjikan menyelesaikan kasus-kasus HAM masa lalu. Termasuk penghilangan salah satu penyair penting negeri ini. Realisasi? Nol besar,” tulis Eka di Facebook, 9 Oktober lalu.
Selain itu, digusurnya toko buku kecil dan isinya dirampas aparat menjadi bukti kelemahan pemerintah lainnya. “Bukannya memberikan perlindungan kepada perbukuan dan iklim intelektual secara luas, yang ada negara menjadi ancaman terbesar,” imbuh penulis Cantik dan Luka itu.
Eka menambahkan, “Penerbit kecil menjerit terhadap ketidakberdayaan menghadapi pembajakan buku.”