JAKARTA - Banyaknya keluhan warga tentang kemacetan, membuat Mahakarya Stunt ‘Truck-A-Thon’ dilakukan secara simbolis.
“Kami menghormati apa yang masyarakat bilang,” ujar Produser RCTI, Fabian Dharmawan, yang ditemui di Museum Nasional (Museum Gajah), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (31/12/2010).
Dia meminta masyarakat jangan hanya menyoroti kemacetan disebabkan aksi Limbad. Meskipun sebagian masyarakat sudah libur cuti, namun kepadatan kendaraan di ruas Jalan Sudirman ke Jalan MH Thamrin tetap terjadi.
“Kalau ada yang bilang bikin macet. Ini kan macet bukan, karena acara Limbad saja. Tapi memang setiap hari macet,” imbuhnya.
Akhirnya, atraksi sempat dilakukan secara simbolis. Sedianya memang Limbad akan marathon menarik truk seberat 8-10 ton tersebut.
Disinggung mengenai rute yang dipilih RCTI, Fabian mengatakan semuanya adalah item kota yang dikenal baik masyarakat.
“Jadi tolong jangan menyoroti macetnya saja. Banyak masyarakat yang puas dengan acara ini,” kata dia.
Mahakarya Stunt ‘Truck-A-Thon’ memiliki filosofi tersendiri. Fabian mengatakan Limbad dikenal sebagai master yang memiliki keinginan kuat.
Saat ini, Limbad telah berjalan menuju RCTI dengan dikawal dua motor polisi patroli dari Museum Gajah. Rencananya, acara Mahakarya akan dimulai sekira pukul 18.45 WIB, berlokasi di Air Mancur RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
(nov)