JAKARTA - Ada satu hal yang belum dipenuhi Indra Herlambang sampai ayahnya meninggal dunia. Presenter berusia 35 tahun ini gagal memenuhi keinginan ayah agar cepat menikah.
"Saya tahu banget bapak ingin lihat saya berkeluarga. Itu belum saya kasih ke bapak. Bapak sendiri enggak pernah bilang, dia selalu bilang yang penting hidup itu bahagia," tutur Indra saat ditemui di rumah duka, Jalan Joe, Jagakarsa, Jakarta, Kamis (5/5/2011) malam.
Indra mengaku, memiliki hubungan yang sangat dekat dengan ayahnya semasa hidup. Meski akan merasa kehilangan, penulis buku Kicau Kacau ini harus mengikhlaskan kepergian ayahnya untuk selama-lamanya.
"Dekat banget, saya tahu banget enggak boleh ada penyesalan. Harus ikhlas karena bapak bukan punya saya. Tapi tetap saja ada rasa menyesal dan sedih karena biasanya saya selalu pamit sama ayah kalau mau ke mana-mana, sambil cium kening, terus doa dan nanya detail banget," kenangnya.
Begitu banyak pelajaran hidup yang diajarkan almarhum kepada Indra. Presenter infotainment ini selalu dipesan untuk menghormati orang lain dan menyayangi keluarga.
"Bapak pesan untuk selalu belajar, selalu menghormati orang lain, sayang dan akrab keluarga. Saya berharap sekarang bisa memenuhi semua itu," harapnya.
Ayahanda Indra, Soepanto, meninggal dunia, Kamis, 5 Mei 2011, sekira pukul 14.30 WIB akibat penyakit jantung. Sebelum dibawa ke rumah sakit, Soepanto sempat jatuh di rumah. Saat itu, Indra sedang berada di lokasi syuting yang jauh dari rumah.
Pagi hari sebelum kepergian sang ayah, Indra terburu-buru berangkat ke lokasi syuting tanpa sempat pamit. Itu meninggalkan penyesalan mendalam pada diri lelaki berkacamata ini. (ery)
(ang)