Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Video Michael Jackson Masih Hidup, Rekayasa

Novi Muharrami , Jurnalis-Kamis, 03 September 2009 |12:30 WIB
Video Michael Jackson Masih Hidup, Rekayasa
(Foto: liveleak)
A
A
A

BERLIN - Masih ingat dengan video yang menunjukkan Michael Jackson masih hidup? Ternyata, sebuah perusahaan penyiaran di Jerman mengakui video itu palsu karena mereka sengaja membuatnya.

Video itu diunggah ke laman youtube oleh RTL. Dalam sehari pada pekan lalu, video itu bisa mendapatkan 880 ribu hits.

Namun sejak mereka menghapus video ini dari laman youtube, tetap saja video itu masih ada, karena user lain telah mengunggah video ini ke website lainnya di seluruh dunia.

"Kami ingin menunjukkan bagaimana mudahnya user bisa dimanipulasi di internet dengan video hoax," ujar juru bicara RTL Heike Schultz yang berbasis di kota Cologne, Jerman, seperti dikutip dari AP, Kamis (3/9/2009).

Walau sudah jelas kalau Michael berhenti bernafas dan wafat, hanya gara-gara video ini banyak orang yang percaya King of Pop masih hidup.

Video itu diunggah oleh sumber anonim. Di dalam video itu tampak mobil Koroner masuk dan parkir di garasi. Lalu seseorang yang berpenampilan seperti Michael Jackson keluar digiring petugas. Pencahayaan dalam video ini sengaja dibuat kurang baik dan suaranya pun dibuat sangat amatiran.

"Sayangnya, banyak orang yang percaya kalau ini benar. Walaupun kami mencoba buat video ini dengan cara yang user normal pun bisa melihat ini palsu," ujar Schultz.

Dia mengatakan video ini diambil di dekat Cologne, Jerman, dan bukan di Amerika Serikat. Tulisan di mobil van itu terbaca Coroner dalam bahasa Inggris, untuk meyakinkan kalau ini direkam di Amerika.

RTL mengakui video hoax ini pada 26 Agustus lalu, ketika berita ini heboh di berbagai media massa. Hoax dan rumor biasanya mudah menyebar seperti api di internet.

Juru bicara RTL mengakui, gara-gara video hoax itu, sejumlah fans Michael kecewa dan marah kepada Perusahaan Jerman ini.

"Kami bukannya tidak mau menghormati Michael Jackson, tetapi kami perlu nama besar untuk menjalankan percobaan ini. Misalnya kami gunakan Britney Spears, kemudian fans Britney komplain," terang Schultz.

(nov)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement