LOS ANGELES - Michael Jackson diduga dibiarkan meninggal oleh dokter yang merawatnya, Dr Conrad Murray. Setelah memberi Michael obat penenang Propofol, Murray malah ketiduran.
Ibunda Michael, Katherine Jackson, mengungkapkan kecurigaan adanya pembunuhan dalam kasus kematian Michael kepada teman dekatnya, Dr Steven Hoeffin.
Katherine mengungkapkan, tiga bulan sebelum Michael meninggal, sempat menjalani tes obat untuk membuktikan bebas dari ketergantungan obat. Demikian dikutip The Sun, Kamis (23/7/2009).
Namun, King of Pop menderita susah tidur dan sakit di kaki menjelang tur 50 konser di London. Michael pun terpaksa kembali menggunakan obat. Dokter memberinya sejumlah narkotik untuk membantu menghilangkan sakit dan menenangkannya.
Keluarga Jackson meyakini, Michael dibiarkan berbaring seorang diri tanpa pengawasan Dr Murray setelah diberi obat penenang Propofol di rumahnya di Los Angeles.
Seperti diketahui, Michael meninggal pada 25 Juni 2009. Terdapat jeda waktu 30 menit sebelum dokter yang merawatnya menelepon petugas medis untuk minta tolong. Jeda 30 menit ini dipertanyakan. Muncul dugaan, saat itulah Murray tertidur sehingga tak sempat memberi pertolongan pertama kepada Michael.
(ang)