“Juga ada hubungan dan gesekan antara medis yang datang dari kota dan juga penduduk yang ada di desa,” lanjutnya.
Dengan begitu, sosok Pote bukan menjadi satu-satunya sumber konflik dalam cerita. Justru kejadian-kejadian yang berlangsung setelah kemunculan Pote menjadi bagian penting yang membuat alur cerita terus bergerak.
“Jadi sebenarnya yang membuat ceritanya sangat menarik karena bukan hanya Pote-nya sebagai wujud, tapi event yang terus berjalan setelah wujud Pote ini ada di cerita,” ujar Clarissa.
Pemilihan Pote sebagai materi serial juga tidak lepas dari keinginan Vision+ untuk mengangkat cerita rakyat dan budaya yang belum banyak terekspos.
Dalam pengembangan serial ini, tim Vision+ turut menggali lore atau latar cerita Pote, termasuk asal-usul, hal-hal yang dipercaya boleh dan tidak boleh dilakukan, hingga alasan sosok tersebut dipercaya meneror.
Pote pun ditempatkan sebagai bagian dari budaya dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat Indonesia, lalu dikemas dalam bentuk serial horor.