Premis tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi cerita POTE yang dikembangkan dalam delapan episode.
Dalam episode pertama, penonton diperkenalkan dengan sebuah tim medis yang datang ke sebuah pulau untuk membantu masyarakat di sana. Namun, misi mereka kemudian berubah ketika mereka justru harus berusaha menyelamatkan diri sendiri.
“Sekilas ceritanya, tadi memang sebuah tim medis datang ke pulau. Mereka berusaha untuk membantu rakyat di sana, tapi the plot twist is they have to save themselves, right, in the end,” ujar Clarissa.
Menurut Clarissa, cerita POTE tidak hanya mengandalkan unsur horor. Di tengah misteri dan teror yang muncul, ada pula dinamika hubungan antarkarakter, mulai dari keluarga, persahabatan hingga percintaan.
Bahkan, cerita juga mempertemukan dua latar yang berbeda, yakni tim medis yang datang dari kota dengan masyarakat yang tinggal di desa.
“Walaupun genrenya horor tapi kan ada tema keluarga, friendship. Dan di sini tuh yang membuat menarik tuh, ini saya nggak mau terlalu banyak spoiler ya, tapi ada dinamika di dalam tim medis itu sendiri antara pertemanan itu dan juga kan ada percintaan juga di dalam sana,” kata Clarissa.