Namun Vision+ mengakui belum merancang model bisnis OTT yang dapat beroperasi lintas negara secara terintegrasi. Oleh karena itu, pada 2026 mendatang, Vision+ mulai mempersiapkan strategi multi-market operation, yakni model bisnis yang memungkinkan platform ini hadir dan bersaing di beberapa negara sekaligus.
“Kita sudah hadir di Malaysia dan beberapa negara lain secara organik, tapi ke depan kami ingin merancang sebuah OTT dengan model bisnis yang memang siap beroperasi di banyak negara,” tambah Clarissa.
Dalam kesempatan itu, Clarissa Tanoe juga menekankan prinsip "working smarter not harder" bagi timnya. Ia menekankan pentingnya keterbukaan untuk memanfaatkan teknologi seperti AI.
Menurutnya, jika tidak memanfaatkan teknologi yang ada saat ini, perusahaan justru bisa tertinggal. Untuk itu diperlukan open-mindedness, baik secara sikap maupun pola pikir dalam mengadopsi teknologi yang tersedia.
(kha)