JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menaruh perhatian lebih pada industri film yang berpotensi mengingkatkan sektor pariwisata.
Tentu sebuah film menjadi daya tarik bagi penontonnya. Bukan hanya dari segi alur cerita yang menarik untuk diikuti, melainkan juga menampilkan visual yang ciamik, sehingga mata bisa dimanjakan dengan pemandangan yang disuguhkan dalam sebuah film.
Ia menjelaskan, ketika sebuah film mengambil latar lokasi syuting di suatu wilayah yang begitu indah di Indonesia, tentu akan meningkatkan minat penonton untuk berkunjung ke wilayah tersebut. Destinasi wisatanya pun ikut terangkat popularitasnya.

"Film semakin terbukti menjadi ajang promosi karena sektor pariwisata sangat efektif jika disupport oleh film yang menarik,"ungkap Sandiaga Uno di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat , Kamis (16/2/2023)
Ia mencontohkan bagaimana film Ngeri-Ngeri Sedap yang begitu fenomenal, dengan kisah yang sangat unik, mengangkat budaya Batak serta mempertontonkan indahnya danau Toba yang menarik perhatian penonton untuk mengunjunginya. Bukan hanya danau Toba melainkan provinsi Sumatera Utara dan seisinya.
"Di tahun 2022 ada film Ngeri-Ngeri Sedap dari tanah Batak, dari Toba yang sangat menarik dan dikemas sangat unik bercerita tentang masyarakat dan adat batak dan juga latarnya ada di danau Toba sehingga menarik minat wisatawan berkunjung ke Sumatera Utara,"jelasnya.
Sandiaga Uno berharap kedepannya banyak film-film karya anak bangsa yang terus memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia, termasuk wilayah yang dikenal dengan keindahan alamnya.
Tak hanya film karya anak bangsa, Sandi berharap agar ke depannya akan ada ketertarikan untuk menjadikan Indonesia sebagai lokasi syuting film kelas dunia. Tak hanya itu, Sandi ingin momentum ini juga dapat meningkatkan kualitas karya anak bangsa.
"Mudah-mudahan banyak film-film yang syuting di Indonesia dan juga menciptakan peluang besar dan lapangan kerja. Tapi bukan hanya menarik film-film berkelas Internasional yang syuting di Indonesia tapi juga meningkatkan kualitas film Indonesia," imbuhnya.
(ltb)