Share

Periskop 2023: Konser Musik Kembali, Tak Ada Virtual Lagi

Claudia Noventa, Okezone · Selasa 10 Januari 2023 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 10 205 2743315 periskop-2023-konser-musik-kembali-tak-ada-virtual-lagi-lNlz9944Vf.jpg Konser Musik LANY. (Foto: Claudia/Okezone)

JAKARTA - Meredanya pandemi COVID-19 memberikan harapan untuk industri musik, khususnya konser yang diprediksi akan kembali menguat di tahun 2023.

Pada akhir tahun 2022 pun, sudah terlihat hidupnya kembali konser musik dengan datangnya artis-artis luar negeri yang menggelar konser di Indonesia.

Setelah terkurung selama lebih dari 2 tahun dengan sederet aturan COVID-19 hingga adanya virtual konser tetap tak biasa mengobati kerinduan penggemar.

Bahkan, menurut Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Merpaung, adanya virtual tetap tak akan bisa menggantikan konser nyata yang ditunggu-tunggu penggemar untuk bertemu idolanya.

“Kita buktikan virtual konser tidak berhasil. Artinya, itu sebuah jawaban dari sebuah situasi tapi bukan tujuan kita untuk menikmati musik,” ujarnya di kantornya, kawasan Palmerah, Jakarta Pusat, pada Rabu (7/12/2022).

Menurutnya, menikmati musik memerlukan pertemuan langsung antara penggemar dengan musisi itu sendiri.

Face to face dengan artis, itu penting,” tegas Daswar.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Merpaung. (Foto: Claudia/Okezone)

Lebih lanjut, Daswar mengatakan bahwa cara seseorang untuk menikmati musik mungkin bisa terus berkembang, tapi tak akan ada yang bisa menggantikan konser musik.

Bagaimanapun cara orang menikmati musik, konser akan tetap selalu menjadi pilihan utama dan tak akan pernah mati.

Follow Berita Okezone di Google News

“Musik akan selalu berkembang, tinggal masalah cara menikmati musik atau monetisasi musik yang berubah. Dulu main kaset pindah ke CD, kemudian kita pakai streaming musik dan sebagainya,” ungkap Daswar.

“Tapi konser apa pernah mati? Dari zamannya The Beatles tetap konser. Kenapa konster tidak pernah mati? Karena artis perlu engagement, begitu juga fans,” lanjutnya.

Di sisi lain, hidupnya kembali konser musik setelah pandemi COVID-19 ternyata membuat promotor memiliki tantangan baru.

Promotor harus siap menghadapi tingginya minat para penonton yang semakin menguat juga.

“Sebagai promotor, kita harus siap dengan demand (permintaan) yang tinggi dari masyarakat. Karena saat ini, euforia dan market musik didominasi oleh kaum milenial,” kata Daswar.

Dia menambahkan, “Kalau demand terlalu tinggi, tapi supply sedikit akan ada tarik menarik. Misalnya, kami bikin konser K-Pop dan dalam 40 menit tiketnya habis. Semua orang nyari. Akhirnya, kami harus bikin second show.”

Sebagai promotor, Daswar menilai, pihaknya harus bertanggung jawab dari segala aspek.

Terutama dalam menyediakan fasilitas konser yang memadai dan nyaman, kelayakan venue, hingga teknis persiapan konser.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini