Share

Kata Sopir dan Editor Baim Wong dan Paula Verhoeven Usai Diperiksa Kasus Prank KDRT

Ravie Wardani, MNC Portal · Selasa 25 Oktober 2022 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 25 33 2693940 kata-sopir-dan-editor-baim-wong-dan-paula-verhoeven-usai-diperiksa-kasus-prank-kdrt-yxXmM8JhuA.jpg Baim Wong (Foto: IG Baim Wong)

JAKARTA - Kasus prank kekerasan dalam rumah tangga Baim Wong dan Paula Verhoeven masih berlanjut. Editor video dan sopir Baim Wong dan Paula Verhoeven kini telah diperiksa

Putro, editor Baim Wong mengaku konten prank laporan KDRT di Polres Kebayoran Lama, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu dibuat secara spontan alias tanpa perencanaan.

Kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang menyeret Baim dan Paula juga melibatkan empat karyawannya.

Baim Wong

Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan pun telah memeriksa satu sopir pribadi, dua kameramen, dan satu editor yang bekerja untuk Baim Wong.

Slamet selaku sopir pribadi mengaku tak mengetahui niat majikannya yang saat itu ingin membuat konten prank di kantor polisi.

"Kita sebagai sopir ya paling cuma antar jemput nganter ke lokasi gitu doang sih," kata Slamet saat ditemui awak media di Polres Metro Jakarta Selatan belum lama ini.

Hal senada juga disampaikan Putro, editor video Baim dan Paula. Dia mengklaim konten tersebut tidak memuat gambar yang disinyalir merendahkan instansi kepolisian.

"Enggak ada gambar apa-apa, enggak ada gambar yang gimana gimana. Yang kita lihat, yang ditonton itu," ucap Putro.

"Enggak ada ngarah ke konten prank KDRT atau gimana. Karena kita bikinnya juga spontan," lanjutnya.

Baca Juga: Ikut Acara Offline BuddyKu Fest, Cara Jadi Content Creator Handal Zaman Now!

Follow Berita Okezone di Google News

Seperti diketahui, Baim Wong dan Paula Verhoeven sempat membuat prank laporan KDRT palsu di Polsek Kebayoran Lama.

Konten tersebut lantas dinilai telah merendahkan instansi kepolisian.

Baim Wong dan Paula juga telah menyambangi Polsek Kebayoran Lama untuk meminta maaf usai kontennya membuat kehebohan di tengah masyarakat.

Laporan polisi tersebut dilayangkan oleh dua simpatisan di Polres Metro Jakarta Selatan dalam dua kasus berbeda yakni dugaan pelanggaran UU ITE dan laporan palsu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini