Share

Pasca Pandemi Covid-19, Film Horor Kembali Dominasi Industri Perfilman Indonesia

Wiwie Heriyani, MNC Portal · Rabu 31 Agustus 2022 19:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 31 206 2658404 pasca-pandemi-covid-19-film-horor-kembali-dominasi-industri-perfilman-indonesia-l4nEzikywY.jpg Titan Hermawan MNC Pictures (Foto: YouTube Partai Perindo)

INDUSTRI perfilman Indonesia sempat mengalami masa kejayaannya sebelum pandemi Covid-19. Beragam genre yang ditawarkan oleh beberapa rumah produksi, bahkan bisa diterima secara luas oleh masyarakat.

Sayangnya, setelah masa pandemi perlahan mulai surut, industri perfilman Indonesia kembali 'main aman' dan hanya berkutat di genre horor. CEO MNC Pictures, Titan Hermawan menilai, salah satu faktornya adalah karena penonton yang kini ingin kembali merasakan suasana yang tak monoton setelah lama tak menikmati film di bioskop.

“Sekarang ini kan penonton kebanyakan didominasi oleh gen Z dan millenial. Jadi biasanya mereka datang ke bioskop rame-rame untuk cari suasana nonton yang menegangkan atau ingin mendapatkan efek jumpscare dari film horor misalnya,” ujar Titan, dalam Podcast Aksi Nyata secara daring lewat live Instagram @partaiperindo, Rabu, (31/8/2022).

Titan melanjutkan, meskipun pasca pandemi industri perfilman Indonesia mulai bangkit dan mencoba kembali menawarkan genre-genre yang beragam, nyatanya film bergenre horror hingga kini masih menjadi primadona dengan keberhasilannya menggaet banyak penonton.

“Bahkan, kesuksesan genre film horor di Indonesia kini bisa dilihat dari jumlah penontonnya yang bisa mengalahkan penonton film-film Hollywood saat ini,” lanjutnya.

Titan Hermawan MNC Pictures

Tak heran, jika genre film horor saat ini masih mendominasi layar lebar Indonesia, paling tidak dalam periode pemulihan pasca pandemi Covid-19.

“Dalam kata lain, genre dalam film dapat diartikan sebagai kategori yang didasarkan pada kesamaan dalam narasi atau emosi yang mungkin dialami oleh penonton,” tuturnya.

“Dalam perspektif yang lebih sempit, film Indonesia lebih banyak memilih genre untuk dipakai membaca keragaman konten sehingga menjadikan ini lebih problematis, entah mungkin ada beberapa alasan dibaliknya,” lanjutnya.

Menurut Titan, hal inilah yang menjadikan kualitas suatu film dirasa layak atau tidak untuk dipilih dan ditonton khalayak penyuka film.

Namun, menurutnya, pada dasarnya kualitas film di Indonesia harus dilihat dari berbagai sudut pandang yang ada. Entah dari jumlah dan reaksi penontonnya ataupun muatan konten yang disajikan dalam suatu film dan tak semata-mata mengandalkan promosi yang penuh gimmick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini