Share

Baim Wong Patenkan Merek Citayam Fashion Week, Ernest Prakasa: Serakah Banget

Santi Florensia Sitorus, Okezone · Senin 25 Juli 2022 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 25 33 2635615 baim-wong-patenkan-merek-citayam-fashion-week-ernest-prakasa-serakah-banget-6cc8JwahZ0.jpg Ernest Prakasa. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Keputusan Baim Wong mendaftarkan merek Citayam Fashion Week ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) atas nama perusahaannya, PT Tiger Wong Entertainment menuai komentar pedas dari komika Ernest Prakasa.

Bintang film "Cek Toko Sebelah" itu dengan tegas menyindir Baim Wong menyebutnya sebagai orang yang serakah. Itu diungkapkan Ernest melalui cuitannya di akun Twitter miliknya.

 Baim Wong Patenkan Merek Citayam Fashion Week, Ernest Prakasa: Serakah Banget. (Foto: Ernest Prakasa/Twitter/@ernestprakasa).

Baim Wong Patenkan Merek Citayam Fashion Week, Ernest Prakasa: Serakah Banget. (Foto: Ernest Prakasa/Twitter/@ernestprakasa).

"Daftarin OPEN MIC ke HAKI. Daftarin roasting ke HAKI. Daftarin Citayam Fashion Week ke HAKI. Serakah banget jadi manusia," bunyi cuitan Ernest, dikutip pada Senin (25/7/2022).

 BACA JUGA:Kru TV yang Dorong Ruben Onsu Dihujat, Ernest Prakasa: Lo Pikir Itu Maunya Dia

Tak sampai disitu, dia juga terang-terangan mengatakan kalau Baim Wong dan Paula Verhoeven tidak tahu malu karena merasa berhak atas merek Citayam Fashion Week.

"HAKI itu H-nya adalah Hak. Kok bisa-bisanya merasa berhak atas sesuatu yang bukan ciptaan mereka sendiri. Gak tau malu," lanjut Ernest menyindir.

Menurutnya, Baim dan paula tak punya hati nurani, tega merampas kesejahteraan para kreator. "HAKI itu dibuat untuk melindungi kreator, agar pekerja kreatif bisa sejahtera dari ide dan karya mereka sendiri. Bukannya dulu-duluan maen sikat mumpung belum ada yang daftarin. Tolong lah dipake akal sehat dan hati nuraninya," sambungnya.

Dari pernyataan Ernest di atas, Baim Wong bukanlah orang yang berusaha mematenkan karya orang lain menjadi hak miliknya. Diketahui, pada 2017, Ramon Pramono mendaftarkan Open Mic sebagai merek dagangnya.

Hal itu sempat menuai pro dan kontra dari kalangan komika, karena istilah sangat umum di dunia stand up comedy.

Lalu pada 2018, para komika mengkritik aksi Majelis Lucu Indonesia (MLI) karena berusaha mematenkan istilah Roasting.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini