Share

Nirina Zubir Merasa Janggal dengan Kesaksian Pegawai Bank di Sidang Kasus Mafia Tanah

Lintang Tribuana, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 33 2620098 nirina-zubir-merasa-janggal-dengan-kesaksian-pegawai-bank-di-sidang-kasus-mafia-tanah-P5ktyEJuji.jpeg Nirina Zubir. (Foto: MPI)

JAKARTA - Nirina Zubir merasa ada yang tak beres dengan pengakuan saksi Heru, pegawai bank yang mengurus berkas pinjaman kredit Riri Khasmita. Itu lantaran dia tak tahu soal siapa yang memeriksa kelengkapan berkas sebelum menandatangani.

"Apakah wajar sebuah bank swasta besar ditugaskan misalnya menandatangani dokumen, pokoknya saksi menandatangani dokumen untuk kredit. Tapi ditanya dokumen itu buat siapa, dari mana (enggak tahu)?" ujar Nirina, ditemui usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, dikutip Rabu (29/6/2022).

Nirina Zubir

Senada dengan dirinya, sang kakak, Fadhlan Karim juga merasa aneh dengan pengakuan Heru, terkait tugasnya sebagai pegawai bank. Saksi tersebut malah tak mengetahui banyak hal terkait pekerjaannya.

"Itu keanehan ya. Seorang yang katanya sudah bertahun-tahun bekerja di bank, tapi dia enggak tahu mekanisme pekerjaannya dia kaya gimana. Itu bank bank besar loh," ujar Fadhlan.

"Hakim itu cuma nanya aja tupoksi, lalu alurnya, siklusnya gimana sih sebelum masuk ke kamu itu. Departemen mana aja yang terlibat, (dia bilang) enggak tahu. Jawabannya enggak tahu," lanjutnya.

Tak hanya itu, sang aktris juga menyayangkan kesaksian Heru karena seharusnya dia memahami betul bagaimana alur tugas dan kewajibannya dalam bekerja sebagai pegawai bank.

"Setidaknya tahu alur pembuatan sebuah surat itu gimana. Karena gini, mungkin itu juga pelajaran buat kita semua, pelajari lah pekerjaan anda mana tahu ke depan ada hal-hal yang melibatkan anda membuat anda berada di ruang pengadilan," kata pemain film Keluarga Cemara itu.

"Nah kalau Anda tidak mengerti pekerjaan anda, jadi kan tahu pekerjaan anda sesuai atau tidak, mencelakakan kita atau tidak, di situ adalah hal-hal yang melindungi kita," sambungnya.

Sebelumnya dalam persidangan, saksi Heru yang merupakan pegawai bank BCA KCP Pondok Indah, Jakarta Selatan, membenarkan terdakwa Riri Khasmita dan sang suami, Edrianto, sempat ke kantornya untuk mengajukan pinjaman kredit senilai Rp1,3 miliar.

Menurut Heru, pinjaman tersebut cair, lalu Riri Khasmita dan Edrianto mengagunkan atau menjaminkan sertifikat tanah. Tetapi dia mengaku tak mengetahui siapa yang memeriksa kelengkapan berkas sebelum menandatangani berkas pinjaman kredit.

Diketahui lima orang menjadi tersangka dalam kasus dugaan mafia tanah ini, yakni asisten ibunda Nirina, Riri Khasmita dan suaminya, Edirianto. Lainnya adalah Faridah, Ina Rosalina, dan Erwin Riduan merupakan notaris dan pejabat pembuat akta tanah atau PPAT. 

Riri Kasmita diduga menggasak enam sertifikat tanah milik ibunda sang artis. Akibatnya, keluarga Nirina mengalami kerugian mencapai Rp 17 miliar.

Terdakwa dijerat dengan melakukan pemalsuan surat hingga tindak pidana pencucian uang atau TPPU. Persidangan untuk kelimanya dilakukan dalam berkas terpisah dengan jeratan pidana Pasal 264 ayat (1) dan ayat (2) KUHP juncto Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP juncto Pasal 362 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (selanjutnya disebut UU TPPU).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini