Share

Freelancer PPAT Kantongi Rp3,5 Juta untuk Ubah Sertifikat Tanah Ibu Nirina Zubir

Lintang Tribuana, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 33 2619982 freelancer-ppat-kantongi-rp3-5-juta-untuk-ubah-sertifikat-tanah-ibu-nirina-zubir-gKuLKL75jJ.jpg Nirina Zubir saat menghadiri sidang kasus dugaan mafia tanah yang merugikan keluarganya. (Foto: MNC Portal Indonesia)

JAKARTA - Sidang kasus dugaan mafia tanah yang dilaporkan Nirina Zubir kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, pada 28 Juni 2022. Dalam persidangan, jaksa penuntut umum menghadirkan saksi bernama Sri. 

Perempuan itu mengaku sebagai pekerja lepas (freelancer) Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan telah melakoni pekerjaannya selama 10 tahun terakhir. Namun, dia mengaku baru bekerjasama dengan dua terdakwa lain sejak tahun terakhir. 

Sidang kasus mafia tanah Nirina Zubir. (Foto: Lintang/MNC Portal Indonesia)

“Tapi baru kerja bareng Faridah (notaris di PPAT Tangerang) mulai tahun 2016. Sedangkan Pak Erwin sekitar tahun 2018 (pegawai PPAT Jakarta Barat),” ungkap Sri dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (28/6/2022). 

Sri mengaku, membantu pekerjaan Faridah untuk mengurus sejumlah sertifikat tanah yang diajukan Riri Khasmita ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dia kemudian menghapus nama Cut Indria Marzuki (ibu Nirina) dan Fadhlan Karim (kakak Nirina) dari sertifikat itu. 

Sebagai gantinya, perempuan itu memindahkan nama Riri Khasmita dan Edrianto ke dalam sertifikat tersebut. Riri kemudian mentrasfer dana sebesar Rp112 juta untuk membayar pajak penjualan dan pembelian, balik nama, hingga fotocopy sertifikat. 

BACA JUGA: Sidang Kasus Mafia Tanah Milik Keluarga Nirina Zubir Ditunda 1 Minggu, Kenapa?

Setelah pekerjaan tersebut selesai, Sri mengaku, menerima imbalan dari Faridah. Adapun besaran 'honor' yang diterimanya sebesar Rp3,5 juta. 

Nirina Zubir saat menghadiri sidang kasus mafia tanah yang merugikan keluarganya. (Foto: MNC Portal Indonesia)

Selain Sri, kasus dugaan mafia tanah ini juga menjadikan Riri Khasmita dan suaminya, Edirianto sebagai terdakwa. Lainnya, Faridah, Ina Rosalina, dan Erwin Riduan yang merupakan notaris dan pejabat pembuat akta tanah atau PPAT. 

Riri Kasmita yang merupakan asisten mendiang ibu Nirina diduga menggasak enam sertifikat tanah milik ibu sang akris. Akibatnya, keluarga Nirina mengalami kerugian mencapai Rp17 miliar.*

BACA JUGA: Blakblakan, 6 Artis yang Mengaku Hamil Duluan Sebelum Menikah

BACA JUGA: 9 Artis Indonesia Menikah dengan Idolanya, Nomor 6 Bertahan Selama 20 Tahun

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini