Share

Mengenal Julia RGDS Selebgram, Model Cantik sekaligus Womenpreuner

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 06 April 2022 23:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 06 33 2574491 mengenal-julia-rgds-selebgram-model-cantik-sekaligus-womenpreuner-eSCKNAZ71f.jpg Julia RGDS. (Foto: Instagram)

JULIA RGDS salah satu selebgram cantik yang menjadi womenpreuner panutan dalam mendirikan UMKM di kalangan milenial. Ia berbagi suka duka dalam mempertahankan usahanya di masa pandemi.

Julia juga cukup terkenal di dunia modelling. Wanita yang akrab disapa Julia ini mulai merambah karier sebagai womanpreuner.

Menekuni bisnis di bidang fashion, travel juga lifestyle membuat Julia harus berjuang mempertahankan semua. Karena pandemi ini menjadi momen terberat bagi pelaku UMKM.

Dia menghadapi banyak suka duka yang tak terpikirkan sebelumnya. Karena itu, Julia harus beradaptasi. 

 BACA JUGA:Biodata dan Agama Natasha Ryder, Selebgram Cantik Adiknya Kimberly Ryder

 julia

"Ada perubahan behavior konsumen, termasuk di bisnis saya. Di awal-awal pandemi kita semua parno dan orang-orang hampir semua lebih suka transaksi cashless," ujarnya dalam keterangannya.

Wanita 24 tahun ini pun tak diam dan mengikuti kegemaran masyarakat. Menjawab tantangan itu, Julia harus mengikuti digitalisasi.

"Caranya melihat opportunity dan hal baru yang ada di sekitar, setelah itu harus dieksekusi dan ambil risiko," tambahnya.

Di mata Julia, saat ini generasi muda menjadi roda penggerak masyarakat dalam berbisnis. Menurut dia, untuk memulai usaha pun tak perlu takut untuk memulai.

Tak hanya Julia tentu banyak pelaku UMKM lainnya yang sama-sama berjuang mempertahankan usahanya. Benar yang dikatakan Julia "This is the time untuk para pebisnis UMKM Bangkit, Pulih dan bersinar 🏆☀️."
Sebagai informasi, Digital SME Confidence Index Report sendiri merupakan laporan rutin pertengahan tahun yang KoinWorks rilis untuk merangkum pertumbuhan dan perkembangan UMKM. Survei dilakukan kepada lebih dari 2.000 UKM yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam riset ini terbagi dalam 7 kategori wilayah di Indonesia, yaitu Sumatra, DKI Jakarta, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku-Papua. 
Hasil riset menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan paruh pertama 2021, angka indeks optimisme UKM digital meningkat sebesar 6%, yaitu dari 2,49 menjadi 2,64. Hal ini menandakan bahwa iklim bisnis di Indonesia semakin membaik. 
Tidak hanya itu, seiring dampak pandemi yang mulai mereda, bisnis offline mulai mendapatkan popularitasnya kembali. Nyatanya, bisnis dengan penjualan offline memiliki peningkatan penjualan tertinggi sebesar 44% di paruh kedua tahun 2021 dibandingkan dengan penjualan bisnis online atau bisnis hybrid, yang masing-masing hanya meningkat sebesar 38,2% dan 41,9%. Laporan ini juga menunjukkan bahwa UKM memiliki kemampuan untuk memetakan tantangan yang mungkin mereka hadapi di masa depan dengan pengalaman selama pandemi.

Tak hanya Julia tentu banyak pelaku UMKM lainnya yang sama-sama berjuang mempertahankan usahanya. Benar yang dikatakan Julia "This is the time untuk para pebisnis UMKM Bangkit, Pulih dan bersinar 🏆☀️."

Sebagai informasi, Julia juga ikut menyoroti report tentang perkembangan UMKM dari Digital SME Confidence Index Report, lewat laporan rutin pertengahan tahun bersama KoinWorks. Survei dilakukan kepada lebih dari 2.000 UKM yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam riset ini terbagi dalam 7 kategori wilayah di Indonesia, yaitu Sumatra, DKI Jakarta, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku-Papua. 

Hasil riset menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan paruh pertama 2021, angka indeks optimisme UMKM digital meningkat sebesar 6%, yaitu dari 2,49 menjadi 2,64. Hal ini menandakan bahwa iklim bisnis di Indonesia semakin membaik. 

Tidak hanya itu, seiring dampak pandemi yang mulai mereda, bisnis offline mulai mendapatkan popularitasnya kembali. Nyatanya, bisnis dengan penjualan offline memiliki peningkatan penjualan tertinggi sebesar 44% di paruh kedua 2021 dibandingkan dengan penjualan bisnis online atau bisnis hybrid, yang masing-masing hanya meningkat sebesar 38,2% dan 41,9%. Laporan ini juga menunjukkan bahwa UMKM memiliki kemampuan untuk memetakan tantangan yang mungkin mereka hadapi di masa depan dengan pengalaman selama pandemi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini