Share

Peran Kaki Tangan Olivia Nathania di Kasus CPNS Bodong Terungkap di Persidangan

Ravie Wardani, Jurnalis · Senin 07 Maret 2022 19:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 07 33 2557803 peran-kaki-tangan-olivia-nathania-di-kasus-cpns-bodong-terungkap-di-persidangan-bSboRfOLoB.jpg Olivia Nathania (Foto: MPI)

JAKARTA - Kasus dugaan CPNS bodong dengan terdakwa Olivia Nathania kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (7/3/2022).

Pada sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan beberapa saksi untuk memberatkan Olivia Nathania atas kasusnya.

Saksi tersebut diantaranya Fiky Muliandhany alias Kiki, Rosita, Ekky Saputra dan Sidiq Nirmolo.

Olivia Nathania

Keempatnya juga merupakan tersangka CPNS bodong atas pengembangan tim penyidik. Mereka juga disinyalir sebagai kaki tangan Olivia Nathania demi melancarkan aksinya.

Ada juga Agung Prajoko dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI bagian pengadaan dan Director Sales & Marketing Hotel Bidakara, Yasinta Asih Widyastuti.

Dalam sidang tersebut, terungkap peran dari keempat saksi yang dihadirkan jaksa.

Yasinta mengungkapkan, ada total 10 pemesanan ruangan berkapasitas 30 hingga 50 orang di Hotel Bidakara yang beberapa di antaranya atas nama Kiki.

"Ada kegiatan SK Prestasi. Kegiatan itu atas nama SK Prestasi di Hotel Bidakara," ungkap Yansita dalam persidangan.

"Itu private. (Yang menyelenggarakan) EO (Event Organizer), namanya Pak Kiki. Pak Kiki datang ke hotel lalu lakukan pemesanan," ujarnya lagi.

Kiki membenarkan hal tersebut saat diperiksa sebagai saksi beberapa waktu lalu. Akan tetapi, ada beberapa pemesanan ruangan yang juga atas nama Seno.

Kiki yang memiliki hubungan darah dengan Oi lantas mengaku mendapat perintah.

"Betul, saya disuruh Olivia booking untuk seminar (SK Prestasi). Uang dari Olivia," ucap Kiki kepada Abu Hanifah selaku hakim ketua.

Sebagai informasi, Hotel Bidakara diduga sebagai tempat pembagian Surat Keputusan (SK) CPNS bodong yang diinisiasi Olivia Nathania.

Kala itu, Kiki diketahui berperan sebagai pengetik dan pencetak SK tersebut.

Namun, ia mengaku hanya mengetik nama serta NIP korban dalam format surat yang telah ditentukan.

Lebih lanjut, Ekky Saputra merupakan orang yang diperkenalkan oleh Olivia Nathania kepada para korban sebagai pegawai BKD Kota Bekasi.

Sementara, Rosita adalah guru les anak dari pernikahan Nia Daniaty dan Farhat Abbas, Muhammad Angga Hadi Farhat.

Dia turut serta dalam kasus ini sebagai pengajar para korban CPNS bodong yang seolah-olah seperti mengikuti pelatihan.

"(Jadi pengajar) Sebulan. (Dapat tawaran dari) Olivia," ujar Rosita.

Sedangkan Sidiq Nirmolo berperan menjadi panitia pengawas di Gedung Bidakara menjadi orang BKN RI.

Dalam kesaksiannya, Sidiq Nirmolo mengaku mendapat tawaran dari saksi bernama Rosita.

Diberitakan sebelumnya, terduga korban bernama Karnu melaporkan Olivia Nathania dan Rafly Noviyanto Tilaar ke Polda Metro Jaya pada 23 September 2021.

Laporannya teregister dengan nomor LP/B/4728/IX/SPKT/Polda Metro Jaya. Karnu membuat laporan polisi atas kasus dugaan penggelapan, penipuan, serta pemalsuan surat Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diduga didalangi Olivia Nathania.

Sementara korban dari kasus tersebut disebut telah mencapai 225 orang dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 9,7 miliar.

JPU mendakwa Olivia Nathania dengan Pasal 263 jo Pasal 65 dan atau Pasal 378 jo Pasal 65 dan atau Pasal 372 jo Pasal 65 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

Olivia Nathania kini menjadi tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berdasarkan nomor surat 59/Pen.Per.Tah/2022/PN.Jkt.Sel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini