Share

Dituntut 3,5 Tahun Penjara, Olivia Nathania Siap Hadapi Sidang Putusan Kasus Dugaan Penipuan CPNS

Lintang Tribuana, Jurnalis · Senin 21 Maret 2022 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 33 2565390 dituntut-3-5-tahun-penjara-olivia-nathania-siap-hadapi-sidang-putusan-kasus-dugaan-penipuan-cpns-XG7hBbztkJ.jpg Olivia Nathania (Foto: MPI/ Lintang Tribuana)

JAKARTA- Olivia Nathania yang menerima tuntutan 3,5 tahun penjara atas kasus dugaan penipuan CPNS, siap menghadapi sidang putusan yang bakal digelar pada 28 Maret 2022. Hal ini disampaikan oleh sang kuasa hukum, Andi Mulia Siregar.

Menurut Andi, kliennya dalam kasus ini sudah berupaya bertanggung jawab mengembalikan uang sekira Rp500 juta kepada pihak terduga korban, jauh sebelum pelaporan terjadi. Sehingga merasa bahwa dakwaan soal penipuan itu tak benar terjadi.

"Kalau Olivia sih siap ya, secara hukum kita berpikiran, termasuk Olivia, bahwa perbuatan yang didakwakan jaksa yang katanya menipu, enggak terjadi karena kan sudah dikembalikan uangnya, sebelum si Pak Karnu lapor polisi," kata Andi, dihubungi MNC Portal, Senin (21/3/2022).

Sementara dalam sidang hari ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, keberatan atas pleidoi untuk meminta keringanan hukuman yang disampaikan oleh pihak Olivia. Salah satunya terkait pernyataan sempat mengembalikan uang kepada pihak terduga korban.

"Iya ada beberapa keberatan tentang pengembalian uang itu. Kedua tentang barang bukti yang dalam pleidoi, kita ada beberapa kwitansi dijadikan barang bukti," ungkap Andi.

"Tapi tidak dikuatkan didukung oleh saksi-saksi dalam persidangan sehingga tidak jadi kebenaran buat kita. Barang bukti ada, saksi tapi tidak dihadirkan dan memberi keterangan tentang barang bukti itu," lanjutnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjatuhkan tuntutan 3,5 tahun penjara terhadap Olivia. Dalam nota pembelaan, Olivia minta dibebaskan.

Seperti diketahui, seseorang bernama Karnu melaporkan Olivia Nathania dan suaminya, Rafly Noviyanto Tilaar ke Polda Metro Jaya pada 23 September 2021, setelah mengaku menjadi korban penipuan rekrutmen CPNS fiktif.

Korban dari kasus itu disebut telah mencapai 225 orang. Kerugian yang dialami dari sejumlah pihak tersebut ditaksir mencapai Rp9,7 miliar.

Laporan yang teregister dengan nomor LP/B/4728/IX/SPKT/Polda Metro Jaya itu menyangkakan dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 dan atau Pasal 263 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Penggelapan, Penipuan, serta Pemalsuan Surat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini