Share

Meisya Siregar Tolak Kebijakan PTM 100 Persen, Ini Alasannya

Vania Ika Aldida, Okezone · Senin 03 Januari 2022 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 33 2526663 meisya-siregar-tolak-kebijakan-ptm-100-persen-ini-alasannya-0MFOJjZmRJ.jpg Meisya Siregar (Foto: IG Meisya Siregar)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan kebijakan baru terkait pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di sekolah. Hal tersebut dilakukan lantaran perkembangan Covid-19 yang dianggap mulai membaik di akhir 2021.

Sayangnya, artis Meisya Siregar yang juga merupakan ibu dari tiga anak, merasa kurang setuju dengan diadakannya PTM 100 persen. Terlebih, dua anaknya masih belum melakukan vaksin Covid-19 secara lengkap.

Baca Juga:

Rayakan Ultah Pernikahan Ke-17, Meisya Siregar: Semoga Diridhoi Allah

Pamer Pose Yoga Pakai Sport Bra, Body Natasha Dewanti Bikin Meisya Siregar Iri

Meisya Siregar

 

"Aseli. Anak saya Bambang belum vaksin karena masih 5 tahun. Anak kedua Louisa baru vaksin pertama. Denger wacana Pemprov wajibin PTM 100% sih gondok banget," ungkap Meisya Siregar pada akun Instagram Storynya.

"Mungkin saya 1/100 dari semua orang tua yang kontra dengan kebijakan ini," tambahnya.

Melalui akunnya, istri dari Bebi Romeo ini tampak menandai akun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) beserta para jajarannya. Sebab, IDAI hingga kini masih belum merekomendasikan pelaksanaan PTM dengan kapasitas 100 persen. Terlebih dengan munculnya varian Omicron di Indonesia.

Lewat unggahannya, Meisya berharap agar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia, Nadiem Makarim, bisa mengkaji ulang peraturan terkait PTM 100 persen. Ia pun mengaku bingung kemana dirinya harus mengadu terkait ketidaksetujuannya terhadap PTM 100 persen.

"Tidak semua sekolah committed dengan hak sehat, hak hidup, dan hak belajar anak. Tapi plis lah, rekomendasi dari @IDAI_IG, @amanpulungan, @dr.piprim, @drningz, @pandemictalks, bisa dikaji lagi ya mas Menteri @nadiemmakarim. Kalo sekolah bayar penuh tapi 'Boleh' memilih daring dengan cara kasih tugas doang itu gimana?," tuturnya.

"Karena keterbatasan guru yang full ngajar offline? Saya harus mengadu kemana? Karena kalau ngadu ke sekolah saya pasti kalah suara....," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini