Ramadan, Maher Zain Hadirkan Mini Album Spesial

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Selasa 13 April 2021 20:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 205 2394153 ramadan-maher-zain-hadirkan-mini-album-spesial-gqiJaHX19l.jpeg Maher Zain (Foto: IG Maher Zain)

JAKARTA - Maher Zain kembali menghadirkan sebuah karya di Ramadan kali ini. Ia menghadirkan sebuah mini album bertajuk Nour Ala Nour (Cahaya di atas Cahaya).

Album ini menampilkan enam lagu baru plus satu trek bonus. Sebuah lagu dari EP ini akan dirilis di semua layanan streaming dan di YouTube setiap hari Jumat pukul 12.00 GMT, mulai 9 April, dan lagu terakhir akan dirilis pada Rabu 12 Mei, tepat sebelum Idul Fitri.

Ramadan Gana (Ramadan Telah Datang Pada Kita) dipilih menjadi single pertama. Video musik Ramadan Gana dilakukan di Kairo, Mesir. Enam lagu dari album inin akan dirilis juga dan format video musik di YouTube dan saluran TV di seluruh dunia. Maher Zain berkolaborasi dengan sutradara berbakat asal Tunisia, Idris Kheder (yang menyutradari video musik Lawlaka – Maher Zain) untuk menghadirkan enam video musik yang difilmkan di Kairo, Tunis dan Beirut. Untuk lagu Ramadan Gana, sutradara Mesir Ahmed Moghazy dilibatkan.

Baca Juga:

Maher Zein Siap Konser di Indonesia, Gandeng Wali hingga Beri Voucher Umrah

Fadly Padi Minta Bantuan Maher Zain dan Opick untuk Album Solonya

Maher Zain

“Saya sudah lama memiliki lagu-lagu ini dalam bentuk demo, dan telah menunggu waktu yang tepat untuk membagikannya kepada dunia. Saya pikir bulan Ramadhan adalah kesempatan yang ideal untuk melakukannya, mengingat sifat dari lagu-lagu ini, pesannya, dan suasana hati yang reflektif secara keseluruhan,” kata Maher Zain.

Maher Zain telah berupaya memaksimalkannya dengan bekerja sama dengan beberapa musisi terkenal di Timur Tengah dan Turki. Diantaranya, musisi terkenal mesir Aziz Elshafie untuk lagu Nour Ala Nour. Kemudian penulis syair dan komposer asal Yaman, Ahmed AlYafaie di lagu Qalbi Sajad. Komposer Mesir Ahmed Zaeem di lagu Huwa Ahmadun, penulis syair juga composer Mesir Dr.Dalia Emara di lagu Laytaka Ma’ana serta penulis lagu asal Palestina Anwer Hussam (Ramadan Gana).

Sementara lagu Hubb Ennabi (Cinta Nabi) bisa dibilang lagu yang sarat emosional. Karena lagu ini, bisa dibilang lirik lagu terakhir yang ditulis oleh almarhum penyair dan penulis lirik Salah Gafal (39 tahun) sebelum meninggal secara tragis dalam perjuangannya melawan sakit Hepatitis pada tahun 2012. Salah Gafal merupakan penulis lirik lagu hits Maher Zain, yakni Ya Nabi Salam Alayka, Assalamu Alayka juga Radhitu Billahi Rabba. Lagu dan video klip Hubb Ennabi akan didedikasikan kepadanya. Sementara dilagu ini, seniman dan composer asal Mesir, Mohamed El-Sawy.

Dalam mengaransenseme EP-nya, Maher Zain juga bekerja sama dengan dengan Emre Mogulkoc (Huwa Ahmadun), arranger asal Gaza, Palestina, Mahmoud Ammar (Ramadan Gana, Nour Ala Nour), arranger asal Yaman Sarhan Eskandar (Qalbi Sajad). Sementara lagu Hubb Ennabi dan Laytka Ma’ana diaransir sendiri oleh Maher Zain. Sejumlah musisi lain yang terlibat diantara Erik Arvinder (Swedia), Ronny Lahti (Mixing) dan Bjorn Engelman (Mastering). Sementara proses rekaman dilakukan di beberapa kota, Stockholm, Istanbul, Kairo, Damskus, Amman dan Gaza.

Dengan basis penggemar di seluruh platform media sosial lebih dari 36 juta followers, menjadikan nomor-nomor klasik modern seperti Insha Allah, Ya Nabi Salam Alayka, Assalamu Alayka, For The Rest Of My Life hingga Number One For Me mendapatkan tampilan yang luar biasa. Views dengan torehan 400 juta tampilan di Youtube, membuat video-video musik tersebut menjadi video musik islami paling banyak dilihat. Nggak heran kalo angka 6 milyar tampilan di YouTube menjadi torehan paling fantastis bagi seorang Maher Zain.

“Ramadhan adalah waktu refleksi, pembaruan, dan pertumbuhan pribadi, serta saat keluarga berkumpul untuk membuat kenangan abadi,” kata Bara Kherigi, Managing Director Awakening Music.

“Dengan Maher, kami berusaha untuk membuat EP yang mencerminkan semua aspek berbeda dari bulan yang penuh berkah ini, dan membuat lagu yang akan menjadi bagian dari kenangan orang-orang di bulan Ramadhan; sesuatu yang akan menghubungkan anak-anak kita, anak muda, dan generasi masa depan dengan waktu terindah tahun ini, ” tutup Kherigi.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini