Cerita Kak Seto Pernah Hidup Jadi Gelandangan di Jakarta

Lintang Tribuana, Jurnalis · Sabtu 13 Februari 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 33 2361470 cerita-kak-seto-pernah-hidup-jadi-gelandangan-di-jakarta-kufLxDQqP3.jpg Kak Seto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto ternyata menyimpan kisah hidup sulit. Dia pernah hidup menggelandang, jauh sebelum sukses sebagai Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

Hal ini disampaikannya saat berbincang bersama Gofar Hilman. Dahulu, Seto muda nekat kabur ke ibukota lantaran sakit hati dibandingkan dengan keberhasilan saudara kembarnya, Kresno Mulyadi.

"Waktu lulus SMA gagal masuk kedokteran. Saya kembar kan dengan Kresno, dia diterima saya enggak. Malu sekali," kata Seto, dikutip dari YouTube Gofar Hilman, Sabtu (13/2/2021).

Baca Juga:

Cara Kak Seto Dukung Perkembangan Lagu Anak

Sebelum Laporkan Kasus Bullying, Ruben Onsu Temui Seto Mulyadi

"Biasanya kembar suka dibanding-bandingkan. 'Wah dia sukses kamu enggak'. Saya terpukul sekali. Nah, gara-gara itu, saya akhirnya minggat ke Jakarta," sambungnya.

Menginjakkan kaki di ibukota ternyata tak semudah yang dibayangkan Seto. Karena tak punya kerabat sama sekali, dia terpaksa kerja serabutan dan menumpang tidur di mana pun.

"Saya 7 bulan jadi gelandangan. Saya tidur di emperan pasar, di sampah, dimana-mana pokoknya. Kerja jadi pemulung, kuli pasar, kadang mengamen," ujar ayah Dhea Seto itu.

Kemudian, Seto diterima menjadi office boy di salah satu perusahaan. Demi mendapat tempat tinggal layak, dia menawarkan diri sebagai pembantu rumah tangga kepada para pegawai.

Beruntung, ada satu pegawai yang mau menerimanya. Ia pun bekerja dan tinggal di rumahnya. Perempuan itu begitu baik, bahkan mengangkat Seto sebagai anak.

Hingga tiba saatnya Seto sudah merampungkan kuliahnya dan bekerja. Ia mulai hidup mandiri dan tinggal terpisah. Namun, hingga kini hubungannya dengan keluarga ibu angkatnya tetap harmonis.

 

"Dengan putra putrinya sudah seperti saudara. Sampai sekarang seperti keluarga. Masih suka kontak," ujar Seto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini