4 Album Musik dengan Biaya Produksi Termahal di Dunia

Astrid Melanonia, Jurnalis · Sabtu 13 Februari 2021 08:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 205 2361311 4-album-musik-dengan-biaya-produksi-termahal-di-dunia-wRWz7KhLwD.jpg 'Invicible' milik Michael Jackson menjadi album dengan biaya produksi termahal di dunia. (Foto: Epic Records)

JAKARTA - Butuh dana yang cukup besar untuk bisa menghasilkan sebuah album musik yang berkualitas. Produser bahkan tak sungkan menggelontorkan miliaran rupiah untuk memproduksi sebuah album.

Kualitas sebuah album akan menjadi salah satu penentu penjualan album seorang musisi. Lalu musisi mana saja yang membutuhkan biaya besar dalam memproduksi albumnya. Berikut ulasan Okezone seperti dikutip dari Goliath, pada Selasa (9/2/2021).

4.Korn-’Untouchables’

Pada 2002, band metal asal Amerika Serikat, Korn merilis album ‘Untouchables’. Album itu, terjual lebih dari 5 juta eksemplar di seluruh dunia. Namun siapa sangka, album itu digarap selama 2 tahun dengan biaya mencapai USD4 juta atau setara Rp55 miliar.

Pada 2003, saat album itu dirilis, Jonathan Davis sang vokalis mengaku, anggaran penggarapan album mereka membengkak karena Korn harus rekaman berpindah-pindah tempat, dari Phoenix ke Los Angeles, lalu ke Kanada.

Korn-album 'Untouchables'.

Rekaman ‘Untouchables’ sebenarnya hanya menghabiskan dana USD750 ribu (RpRp10 miliar). Namun dalam proses berpindah kota dan negara untuk rekaman itu, Korn dikabarkan menyewa properti mewah, ditambah 15 kru yang selalu mengikuti mereka.

Meski album itu terjual dengan baik dan mencapai peringkat ke-2 di tangga lagu, namun performa ‘Untouchables’ tak sebaik album sebelumnya. Davis beralasan, penurunan penjualan itu karena materi album itu bocor di situs tidak resmi sebelum dirilis.

Baca juga: Pesan Haru Chick Corea Sebelum Meninggal Dunia

3.Def Leppard-’Hysteria’

Ketika ‘Hysteria’ dirilis pada 1987, Def Leppard mencatatkan penjualan album mencapai 25 juta eksemplar. Meski begitu, proses produksi album tersebut juga menghabiskan biaya yang cukup besar karena penundaan penggarapannya.

Def Leppard-album 'Hysteria'.

Perlu waktu 3 tahun dan biaya sebesar USD4,5 juta atau setara Rp62 miliar untuk merekam album tersebut. Alasan penundaan produksi album itu karena Rick Allen sang drummer mengalami kecelakaan mobil pada 1984.

Buntut kecelakaan itu, Allen harus kehilangan lengan kirinya. Meski begitu, Def Leppard tetap mempertahankan Allen, meski butuh waktu lama baginya bermain drum dengan satu tangan. Alasan lain, karena Mutt Lange yang bertindak sebagai produser mereka memilih untuk mengundurkan diri karena kelelahan.

2.Guns N’ Roses-’Chinese Democracy’

Demi kesempurnaan, Guns N’ Roses menghabiskan 14 tahun untuk merekam album keenam mereka, ‘Chinese Democracy’. Lamanya proses rekaman, karena Slash, Duff McKagan, Matt Sorum, dan Gilby Clarke meninggalkan band pada 1994.

Guns N' Roses-album Chinese Democracy.

Setelah menemukan lineup baru, Guns N’ Roses memulai ulang keseluruhan proses rekaman pada 2000. Buntut pergantian anggota ini membuat album tersebut mengalami penundaan rilis.

Setelah menggunakan banyak studio, produser berbeda, hingga staf produksi yang mahal, biaya produksi ‘Chinese Democracy’ menyentuh angka USD13 juta atau setara Rp181 miliar. Album itu kemudian dirilis pada 2008.

1.Michael Jackson-’Invincible’

Album studio dengan biaya produksi termahal dipegang oleh Michael Jackson dengan album ‘Invincible’. Sony Tommy Mottola sang produser diperkirakan mengeluarkan biaya sebesar USD30 juta atau setara Rp419 miliar untuk menggarap album itu pada 2001.

Biaya besar itu karena ada beberapa produser dan penulis yang bekerja sama untuk merekam 50 hingga 87 lagu selama 5 tahun. Jumlah keseluruhan lagu kemudian dipangkas menjadi 16 lagu untuk dirilis.

Michael Jackson-album 'Invicible'.

Selama penggarapan album, Michael Jackson memesan tiga studio sekaligus karena dia tidak mengetahui studio mana yang ingin digunakan setiap pagi. Setelah dirilis, Sony Music bahkan menghabiskan USD25 juta atau setara Rp349 miliar untuk mempromosikan album tersebut.

Namun promosi album itu menimbulkan perdebatan besar antara mendiang Michael Jackson dengan pihak label tersebut. Jackson kemudian mengklaim, Sony bertindak rasis yang mengakibatkan label itu menolak memperbarui kontraknya.*

Baca juga: Dicap 'Palsu', Sifat Asli Kim Sejeong Dibongkar Orang Dekat 

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini