Jajaki Penayangan Streaming, No Time to Die Pasang Harga Rp8,7 Triliun

Esa Rizky Abdillah, Jurnalis · Minggu 25 Oktober 2020 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 206 2299293 jajaki-penayangan-streaming-no-time-to-die-pasang-harga-rp8-7-triliun-VlQkMudYhr.jpg James Bond (Foto: MGM)

LOS ANGELES - Setelah mengundur penayangannya beberapa kali, kini muncul rumor bahwa No Time to Die akan tayang di portal streaming. Wacana itu muncul, setelah Apple dan Netflix dikabarkan bersaing untuk hak tayang seri ke-25 James Bond tersebut.

Kedua platform tersebut digadang-gadang sudah mengajukan penawaran kepada Universal Pictures selaku distributor film tersebut. MGM yang merupakan rumah produksi No Time to Dime akhirnya angkat suara terkait kabar itu.

“Film ini tidak akan dijual. Perilisannya ditunda hingga April 2021, untuk menjaga pengalaman menonton di bioskop bagi moviegoers,” ujar perwakilan MGM seperti dikutip dari Variety, Minggu (25/10/2020).

Baca Juga:

Demi Adegan Motor, No Time To Die Guyur Jalanan Italia dengan 8.400 Galon Soda

Berhenti dari Sinetron TOP, Tika Bravani si Pemeran Denok Pamit

Meski membantah, namun tampaknya tayang di platform streaming bisa menjadi solusi bagi MGM untuk menghindari kerugian lebih besar. Bloomberg melaporkan, MGM mengalami kerugian sebesar USD30 juta hingga USD50 juta (Rp439,5 miliar-Rp732,5 miliar) akibat penayangan No Time to Die ditunda.

Film No Time to Die awalnya dijadwalkan tayang di bioskop pada April 2020. Namun karena pandemi COVID-19, penayangannya ditunda menjadi November 2020 sebelum diundur lagi hingga April 2021.

Menjual film ke platform streaming sebenarnya sudah dilakukan distributor film raksasa lainnya. Paramount dan Sony Pictures bahkan meraup untung dengan menjual Greyhound, Coming 2 America, dan Without Remorse ke layanan streaming.

No Time to Die

Sumber internal MGM mengungkapkan bahwa sebenarnya perusahaan itu membuka peluang untuk menayangkan No Time to Die secara digital. Bahkan perusahaan itu mencari pihak yang mau membeli hak tayang film itu sebesar USD600 juta atau setara dengan Rp8,7 triliun.

Angka itu, menurut Variety, cukup masuk akal mengingat biaya produksi No Time to Die mencapai USD250 juta (Rp3,6 triliun). Namun yang menjadi masalah, platform streaming menilai, angka itu terlalu tinggi untuk harga beli sebuah film.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini