SOLO - Karir Didi Kempot di industri musik campur sari bisa terbilang tidak mudah. Berawal dari pengamen jalanan, hingga kini menjadi sosok legenda musik campur sari, bukan perkara yang gampang.
Teman seperjuangan Didi Kempot saat mengamen di Solo pada era 1984, Wawan liswanto, yang akrab disapa Mbolo, menceritakan bagaimana mereka bertahan hidup di jalanan.
Jalan di sekitar gang kuliner malam Keprabon, Banjarsari, Solo, menjadi saksi bisu dari perjuangan Didi Kempot dan Mbolo untuk mencari nafkah. Tidak banyak uang yang didapat dari hasil mengamen setiap hari.
Baca juga: Istri Didi Kempot: Kenapa Papa Tidur Selamanya?
Baca juga: Penyesalan Kaesang Pangarep Tak Sempat Penuhi Keinginan Didi Kempot
"Jika beruntung bisa dapat banyak dengan nilai Rp15.000," kata Mbolo seperti dilansir Solopos, Rabu (6/5/2020).