“Sebelum kita ngelihat orang yang nge-bully, kita harus lihat background-nya juga. Jangan-jangan dia korban bullying juga. Ada kasus-kasus sebelumnya, ternyata pas kita lihat dia pernah menjadi korban juga,” jelas sang aktris.
Dari situ Rachel Amanda menilai, aksi bullying tidak bisa hanya ditangani lewat jalur hukum saja. Melainkan dari seluruh aspek kehidupan pelaku, karena bisa saja hal tersebut yang memicu timbulnya keinginan melakukan perundungan.
“Kita harus melihat lingkungan ini. Enggak cukup dengan dihukum, dipenjara, selesai. Kita haus melihat dari sisi pendidikan keluarga, dari sekolahnya sendiri,” pungkas Rachel.
(edh)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri