Karantina Diduga Tidak Steril, Bima Aryo Jelaskan Kronologi Kematian Sparta

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Selasa 05 November 2019 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 05 33 2126125 karantina-diduga-tidak-steril-bima-aryo-jelaskan-kronologi-kematian-sparta-md9U0JWnTP.jpg Bimo Aryo (Foto: Vania/Okezone)

JAKARTA - Presenter program petualang, Bima Aryo baru saja kehilangan anjing kesayangannya, Sparta. Anjing berjenis Belgian Malliois ini mati lantaran sebelumnya mengidap penyakit parasit darah.

Baca Juga: Klarifikasi Bima Aryo Soal Gigitan Anjing yang Tewaskan ART

Bima Aryo

Sebelumnya, Sparta dan Anubis, dua ekor anjing milik Bima Aryo, sempat menjalani observasi di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Ragunan, Jakarta Selatan, selama 14 hari, lantaran tragedi meninggalnya seorang asisten rumah tangga bernama Yayan (35 tahun). Hal tersebut, rupanya membuat kondisi Sparta menurun, dan lingkungan yang kurang bersih diduga, menjadi salah satu penyebab parasit darah menyerang.

"Pada saat di karantina, Sparta kena penyakit parasit darah. Kita pun enggak tahu. Karena pada saat keluar dari situ (karantina) yang pertama sakit adalah anjing yang satunya, Anubis. Pada saat kita cek Anubis, ternyata dia negatif. Which means, dia masih dalam masa inkubasi, belum ketahuan," ujar Bima Aryo, saat ditenui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019).

Sparta

"Jadi parasit darah itu sebenarnya dari lingkungan yang mungkin kurang bersih. Mungkin pada saat kita titipkan dia di karantina, mungkin ada kutu dari anjing lain yang terkena parasit darah, menempel ke mereka berdua, dan gigit mereka. Dari situlah mereka ketularan parasit darah," lanjutnya.

Bima Aryo dan anjingnya

Setelah keluar dari karantina, Sparta diasuh oleh Kenny Rao, seorang pelatih anjing profesional, untuk dijadikan pasukan anjing pelacak, di bawah asuhan Unit Satwa K9 Polda Metro Jaya. Di awal kepindahannya ke tempat pelatihan, Sparta tampak sehat dan sama sekali tak menunjukkan gejala penyakit seperti Anubis.

Akan tetapi, ketika kondisinya mulai menurun, Bima Aryo mengaku langsung membawa anjing kesayangannya itu ke dokter dan mendapati kondisi Sparta yang terbilang kronis. Trombosit Sparta menunjukkan angka yang cukup kecil, yakni satu, sementara hati dan sel darah putihnya juga tak bisa dikatakan memiliki hasil yang bagus.

Bimo Aryo

"Pada saat kita bawa ke dokter, ternyata trombositnya sudah satu, terus fungsi hatinya sudah melemah, dan juga sel darah putihnya sudah sangat turun. Dan itu yang membuat kita susah untuk menyelamatkan dia," tuturnya.

Sebagai anjing yang sudah hampir 6 tahun bersamanya, tentu berbagai cara dilakukan oleh Bima untuk menyelamatkan nyawa Sparta. Termasuk meminta donor danar dari anjing-anjing lain, yang memiliki golongan darah sama dengan Sparta.

Sayangnya, kondisi Sparta terus menurun hingga membuat anjing tipe pemburu tersebut mati pada Senin, 28 Oktober lalu.

"3 hari pertama aku merawat dia, makin baik, makin baik, makin baik, tapi pada saat dia mulai mimisan, karena trombositnya satu, itu susah banget untuk kita berhentiin. Dan belasan jam itu darah keluar terus," jelas Bima Aryo.

Baca Juga: Satu Peserta Indonesian Idol 2019 Mengundurkan Diri, Apa Alasannya?

"Pastilah kita sedih. Biar gimanapun, ini adalah kejadian yang membuat kita terpukul. Tapi kita tahu ini semua adalah musibah, dan aku berusaha menjalani hari aku seperti biasa," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini