nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pandangan Ernest Prakasa Terhadap Kabinet Baru Jokowi

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 17:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 23 33 2120830 pandangan-ernest-prakasa-terhadap-kabinet-baru-jokowi-HwMdtdubjR.jpg Ernest Prakasa (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengumumkan jajaran pembantu untuk mendukung pemerintahan dalam lima tahun ke depan. Kabinet Indonesia Maju menampilkan beberapa wajah lama dan muka baru seperti Nadiem Makarim atau Wishnutama.

Pengumuman kabinet baru Indonesia ini menuai banyak pro dan kontra. Ernest Prakasa, misalnya, sangat kecewa dengan disatukannya Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dengan Kementerian Pariwisata yang akan dikomandoi oleh Wishnutama.

Baca Juga:

Ernest Prakasa Kenang Momen Kebersamaan dengan BJ Habibie

Ernest Prakasa Komentari Trailer Film Baru Livi Zheng The Santri

Diperkenalkan Satu per Satu, Ini Dia Para Menteri Kabinet Indonesia Maju [2]

Sebagai pelaku industri kreatif, Ernest menaruh harapan besar bagi BEKRAF di periode kedua ini. Apalagi pada periode pertama BEKRAF dianggap cukup membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Ya walaupun ada kekurangan tapi kan sebagian program program BEKRAF tuh sudah terlaksana dengan baik, kalau digabung lagi dibawah pariwisata ya gimana?" kata Ernest Prakasa saat dihubungi awak media, Rabu (23/10/2019).

"Maksudnya walaupun dipegang sama Pak Wishnutama orang ekonomi kreatif, tapi kalau handle dua itu ya pusinglah maksudnya BEKRAF sama pariwisata itu sama-sama potensial, sama-sama dua sektor besar di Indonesia. Gimana bisa optimis?" sambungnya.

Baca Juga:

Sah Jadi Istri Josscy, Intip Potret Anggunnya Rina Nose

Laudya Cynthia Bella Komentari Perseteruan Irwansyah, Medina Zein Angkat Suara    

Diperkenalkan Satu per Satu, Ini Dia Para Menteri Kabinet Indonesia Maju [2]

Selain itu, Ernest Prakasa juga menilai bahwa komposisi kabinet Indonesia Maju jilid kedua terlalu banyak dihuni orang partai. Padahal sutradara film Imperfect ini berharap akan ada penggabungan yang lebih seimbang.

"Ya kalau secara keseluruhan terlalu banyak orang partailah kirain dengan periode kedua yang konon tanpa beban ini bisa lebih dia memang ada sih nama-nama kayak Pak Tama, Pak Diem, cuma nama-nama partainya masih terlalu banyak," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini