Kirim Bom Asam Sulfat, Pengemar Berharap Bertemu Bjork di Surga

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Minggu 06 Oktober 2019 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 05 33 2113383 kirim-bom-asam-sulfat-pengemar-berharap-bertemu-bjork-di-surga-KrsArDoTsg.jpg Bjork (Foto: Instagram Bjork)

LONDON - Popularitas penyanyi asal Islandia, Bjork, membuatnya cukup digilai oleh para penggemarnya. Termasuk seorang pria bernama Ricardo Lopez, yang pada 1996 lalu sempat memberinya sebuah hadiah spesial.

Bukan berbentuk makanan atau barang yang bisa disimpan. Ricardo Lopez justru menghadiahi pelantun It's Oh So Quiet tersebut dengan bom asam sulfat, sebelum akhirnya ia memilih untuk bunuh diri.

Baca Juga:

Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual Bjork, Lars Von Trier: Bukan Itu Masalahnya

Unggah Foto hanya Gunakan Bra, Agnez Mo: Akun Ini Milik Saya!

Fanatisme fans

Dilansir dari Sun Sentinel, seorang detektif dari Scotland Yard mengaku telah menemukan paketan bom asam sulfat yang dikirim Lopez ke kediaman Bjork di London. Paket tersebut bahkan sempat dikirimkan oleh Lopez beberapa jam sebelum ia akhirnya bunuh diri dengan mengarahkan revolver kaliber 3,8 ke kepalanya sendiri sambil memutar lagu milik sang idola.

Polisi setempat diketahui disiagakan untuk menghancurkan paket berbentuk buku berlubang dan berisi bom tersebut. Buku tersebut bahkan sengaja dirancang untuk bisa menyemprotkan asam sulfat pada seseorang yang membukanya, termasuk kepada Bjork. Bahkan asam sulfat diketahui dapat membakar, membuat cacat, hingga membuat seseorang meninggal dunia.

Lopez sendiri diketahui merupakan seorang penderita ginekomastia, sebuah penyakit genetik langka yang menyebabkan jaringan payudara pria tumbuh besar secara tidak normal. Efek dari penyakit ini sendiri dapat membuat ketegangan emosional dan mental yang mungkin terjadi pada seorang pria muda.

Lopez sendiri baru berusia 18 tahun ketika dia menonton video Bjork dan dia langsung menjadi tergila-gila pada wanita tersebut. Bahkan, ia pun menggunakan sosok Bjork sebagai inspirasi untuk karya seninya.

Polisi mengungkap bahwa Lopez dengan sengaja memiliki niatan untuk melukai Bjork lantaran mereka menemukan 11 catatan harian berformat video selama 9 bulan terakhir, berdurasi 2 jam. Bahkan pada video terakhir yang ditemukan di kamera, Lopez menuliskan judul 'Last Day-Ricardo Lopez'.

Baca Juga:

Dituding Hanya Mesra dengan Raffi di Depan Kamera, Nagita Slavina: Bodo Amat

Vanessa Angel Kenakan Bikini di Kolam Renang, Netizen: Astagfirullah

Bjork


"Semua ini bermula dari pada obsesinya (Lopez) terhadap Bjork. Itulah yang motivasinya untuk menyakitinya dan tampaknya dengan beberapa cara, termasuk motivasinya untuk bunuh diri," kata juru bicara kepolisian Todd DeAngelis.

Polisi mengungkap bahwa obsesi berbahaya Lopez juga bermula setelah dirinya menduga Bjork memiliki hubungan asmara dengan seorang pria kulit hitam bernama, Goldie, semenjak ia pindah ke Inggris. Mengetahui hal itu, Lopez menganggap bahwa tidak ada satupun pria yang bisa memiliki hubungan asmara dengan idolanya.

"Aku hanya harus membunuhnya. Saya akan mengirim paket. Aku akan mengirimnya ke neraka," ucap Lopez dalam videonya.

Melalui rekaman videonya, Ricardo Lopez mengungkap bahwa dirinya sempat merasa gugup saat harus membawa paket berisi asam sulfat untuk sang idola. Tak lama setelahnya, Lopez terlihat mencukur rambutnya hingga botak, dan mewarnai wajahnya dengan cat berwarna merah dan hijau, serta bibir berwarna hitam.

Baca Juga:

Mark Westlife Umumkan Kelahiran Bayi Bersama Kekasih Prianya

Asisten Nia Ramadhani Bongkar Chat Raffi Ahmad dan Nagita Slavina?


Sambil mendengarkan lagu milik Bjork, bejudul I Remember You', Lopez mengarahkan pistol kaliber 38 dan mengatakan 'Ini adalah untukmu', dan ia diketahui meninggal seketika. Ia pun yakin saat dirinya meninggal dan Bjork membuka paket yang dikirimkan tersebut, keduanya bisa bersatu di surga.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini