nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ganjar Pranowo Apresiasi Konser Westlife di Jateng, Ini Kata Promotor

Rena Pangesti, Jurnalis · Kamis 05 September 2019 22:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 05 205 2101033 ganjar-pranowo-apresiasi-konser-westlife-di-jateng-ini-kata-promotor-MgN3BwV0dn.jpeg Konser Westlife di Kuil Sam Poo Kong (Foto: Rajawali Indonesia, promotor konser)

JAKARTA - Westlife sukses menggelar konser bertajuk The Twenty Tour 2019 di dua tempat bersejarah. Candi Borobudur, Magelang pada 31 Agustus, dan dihelat di Kuil Sam Poo Kong, Semarang di tanggal 1 September lalu.

Kesuksesan konser Westlife ditandai dengan padatnya penonton yang hadir hingga tiket yang terjual habis di Sam Poo Kong. Hal ini menjadi penanda baik jika warga Jawa Tengah memiliki minat yang besar terhadap musik.

Baca Juga:

4 Fakta Menarik Konser Westlife di Kuil Sam Poo Kong

Westlife Tutup Rangkaian Tur Reuni di Kuil Sam Poo Kong

Westlife, Foto: Rajawali Indonesia, Promotor Konser Westlife


Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang hadir di konser Westlife menjelaskan jika daerah tersebut berpotensi untuk lokasi konser musisi besar lainnya. Mengingat sebelum Westlife, telah digelar pula konser Mariah Carey, hingga Megadeth di daerah Jawa Tengah.

"Ini uji coba kami untuk membuat satu konser artis besar kelas dunia (Westlife) dan sukses. Berikutnya semoga lebih banyak lagi (konser) dan tentunya bisa mendorong pariwisata di sini," kata Ganjar dalam video di Instagram yang diakses Okezone pada Kamis (5/9/2019).

Ganjar menambahkan jika sudah ada beberapa tawaran kerja sama dari beberapa event organizer. Ia pun bertanya kepada warganet mengenai kandidat penyanyi yang diharapkan tampil di Jawa Tengah. "Menurutmu, siapa lagi yang cocok konser di sini?" tanya Ganjar.

Kesuksesan konser Westlife juga diakui oleh Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia, sebagai promotor. Menurutnya, Semarang khususnya membutuhkan tempat konser yang bisa digunakan secara berkelanjutan dan tentunya menampung penonton dengan jumlah yang besar.

“Kuil Sam Poo Kong misalnya, (selain dibuat tempat konser) ini bisa sekaligus dijadikan sarana promosi juga branding demi kemajuan pariwisata kota Semarang itu sendiri,” tutur Anas.

Baca Juga:

Pamer Pakaian Dalam, Clara Duo Semangka: Ukurannya Gede Banget

Perkenalkan Papa Baru, Vanessa Angel Tak Lagi Anggap Dody Soedrajat Ayah?

Westlife, Foto: Rajawali Indonesia, Promotor Konser Westlife


Kesuksesan konser yang digelar di Jawa Tengah dan turut menarik perhatian masyarakat untuk berwisata ke sana. Hal ini tentunya semakin menambah pendapatan di daerah tersebut, namun ternyata biaya pajak di Semarang masih terbilang tinggi di antara daerah lainnya seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Yogyakarta ataupun Surabaya yang hanya memberlakukan pajak 10 persen.

“Di Semarang besaran Pajak Porporasi Tiket masih 20 persen. Seharusnya ada kebijakan pajak porporasi yang disesuaikan, agar tegak lurus dengan semangat Nawacita Presiden Jokowi. Yaitu mendukung keberlangsungan dan ekosistem ekonomi kreatif, sebagaimana yang selama ini telah dan terus kami lakukan.

Anas menyarankan jika salah satunya adalah dengan cara memberikan kebijakan peraturan daerah pajak porporasi yang lebih rendah. “Karena kalau terlalu tinggi, kasihan penonton konser musiknya yang dibebankan pajaknya,” kata Anas.

Itu juga sebabnya yang membuat Anas berpikir ulang untuk membuat konser di beberapa daerah yang masih memberlakukan pajak yang cukup tinggi. “Ada yang memberlakukan Pajak Porporasi Tiket sebesar 35- 45 persen di Indonesia. Karena sudah tidak masuk akal, saya nggak mau menggelar konser musik,” katanya sembari menyimpan rapi tiga nama kota itu.

Baca Juga:

Sara Ali Khan Dituding Murtad, Warganet: Semoga Kau Dapat Hidayah

Disebut Elza Syarief Bau Pesing, Ini Jawaban Hotman Paris


Selain pajak yang tinggi membebankan penonton yang harus membayar mahal konser tersebut, promotor juga merasa terbebani. Mengingat promotor juga harus membeli performing right (hak eksklusif untuk menyiarkan, menampilkan, menayangkan, memutarkan komposisi atau karya lagu yang sudah dibuat kepada khalayak luas) artis asing dengan harga dolar dan menjualnya dengan nilai rupiah ke penonton.

“Itemnya banyak. Oleh karena itu, jika Pajak Porporasi Tiket bisa diturunkan sekecil mungkin, itu akan sangat mendukung ekosistem pertunjukan musik di Indonesia,” jelas Anas.

1
3
BERITA FOTO
+ 6

Westlife Siap Ajak Fans Bernostalgia dalam Westlife-The Twenty Tour 2019

Boy band asal Irlandia, Westlife bakal menyapa fans di Indonesia lewat konser bertajuk "Westlife-The Twenty Tour 2019". (Foto: Instagram @westlife)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini